UICI Wisuda Perdana: Cetak Talenta Digital untuk Indonesia Emas 2045
Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) menggelar wisuda perdana, mencetak talenta digital berkualitas dan berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045.
Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) baru saja menorehkan sejarah dengan menyelenggarakan wisuda sarjana perdananya pada Senin lalu, bertepatan dengan Dies Natalis ke-4. Acara yang dihadiri oleh Rektor UICI, Prof. Dr. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc., M.Eng., dan berbagai tamu undangan ini menandai langkah nyata UICI dalam mencetak talenta digital untuk masa depan Indonesia. Wisuda ini menjawab pertanyaan: Apa yang dilakukan UICI? Menjawab tantangan digital dengan mencetak talenta berkualitas. Siapa yang terlibat? UICI, Rektor, wisudawan, dan berbagai pihak. Di mana? Di Jakarta. Kapan? Pada Dies Natalis ke-4 UICI. Mengapa? Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Bagaimana? Dengan menyediakan pendidikan tinggi berbasis digital yang inklusif.
Dalam sambutannya, Prof. Laode menekankan komitmen UICI dalam menyediakan pendidikan tinggi berbasis digital yang inklusif dan berkualitas. Beliau menyatakan bahwa UICI hadir sebagai pelopor pendidikan tinggi digital, menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses demi terwujudnya Indonesia Emas 2045. Hal ini sejalan dengan misi UICI untuk mencetak talenta yang siap menghadapi tantangan masa depan.
UICI telah menunjukkan bukti nyata komitmennya melalui berbagai capaian selama empat tahun berdiri. Universitas ini telah menghasilkan 98 karya ilmiah, termasuk jurnal internasional dan nasional, serta 35 hak cipta yang dimiliki oleh para dosennya. Lebih dari itu, UICI telah berhasil mengembangkan 6 program studi dan memiliki lebih dari 2.400 mahasiswa yang tersebar di 8 negara, 34 provinsi, dan 420 kabupaten di Indonesia. Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan UICI, dibuktikan dengan 57 MoU yang telah dijalin dengan 120 mitra kerja.
Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045
Rektor UICI, Prof. Laode, dalam pidatonya menyampaikan, "Tetapi juga sebuah penegasan bahwa UICI telah hadir sebagai payoneer pendidikan tinggi berbasis digital menjangkau yang tak terjangkau dan demi mewujudkan Indonesia emas 2045." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen UICI dalam berkontribusi pada pembangunan bangsa melalui pendidikan berkualitas.
UICI menyadari pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuannya. "Saat ini, mahasiswa UICI telah menyebar di 8 manca negara, 34 provinsi, dan di 420 kabupaten total di seluruh Indonesia dengan jumlah mahasiswa yang aktif sebanyak 2.400 mahasiswa. UICI sadar, sekarang adalah era kolaborasi. Untuk tumbuh, UICI tidak bisa sendirian. Hingga akhir Desember 2024, tercatat ada 57 MoU dengan 120 mitra kerja instansi dalam maupun luarnya. Namun demikian, untuk UICI survive sampai saat ini bukanlah hal yang mudah," ungkap Prof. Laode.
Keberhasilan UICI dalam mencetak talenta digital juga terlihat dari prestasi para wisudawan. Dari 20 wisudawan yang diwisuda, 55 persen di antaranya sudah bekerja, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata di atas 3,0. Hal ini menunjukkan kualitas pendidikan yang diberikan UICI mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.
Komitmen Terhadap Pendidikan Berkualitas
UICI berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang tidak terbatas. Hal ini tercermin dari jumlah mahasiswa yang tersebar luas di seluruh Indonesia dan beberapa negara lain. Universitas ini juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra, baik dalam maupun luar negeri, untuk memperluas jaringan dan kesempatan bagi para mahasiswanya.
Dengan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan, UICI berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Komitmen UICI terhadap pendidikan berkualitas dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilannya dalam mencetak talenta digital yang dibutuhkan Indonesia.
Pada wisuda perdana ini, UICI meluluskan 20 wisudawan yang terdiri dari 11 pria dan 9 wanita. Prestasi ini menjadi bukti nyata dari komitmen UICI dalam mencetak talenta digital yang handal dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Prof. Laode menutup sambutannya dengan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan yang berkualitas dan kontribusi nyata untuk Indonesia.
Keberhasilan UICI dalam mencetak talenta digital ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing di era digital.