Unair Kuatkan Ketahanan Pangan Nasional dengan Lima Guru Besar Baru FKH
Universitas Airlangga (Unair) menambah lima guru besar di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam penyediaan protein hewani berkualitas.
Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memberikan kontribusi signifikan bagi ketahanan pangan nasional dengan pengukuhan lima guru besar baru di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH). Pengukuhan ini dijadwalkan pada Selasa, 25 Februari 2024, di kampus Unair Surabaya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah, khususnya di era pemerintahan Prabowo-Gibran, untuk memastikan ketersediaan pangan bergizi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Inovasi di bidang peternakan menjadi fokus utama guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan hewani.
Rektor Unair, Prof. Mohammad Nasih, menjelaskan bahwa penambahan guru besar FKH ini bertujuan memperkuat peran Unair dalam menyediakan sumber protein hewani berkualitas tinggi. Beliau menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. "Dengan tambahan lima guru besar di FKH ini, kami siap memperkuat dan mempercepat upaya ketahanan pangan, khususnya dalam penyediaan sumber protein hewani yang bergizi," ujar Prof. Nasih dalam pernyataan resminya di kampus Unair, Senin, 24 Februari 2024.
Unair berkomitmen untuk mengembangkan berbagai teknologi peternakan guna menghasilkan hewan ternak berkualitas unggul. Proses ini meliputi berbagai tahapan, mulai dari penyeleksian dan penyiapan sperma unggul, manajemen pakan yang optimal, hingga peningkatan efisiensi panen. Prof. Nasih menegaskan bahwa Unair akan menyiapkan seluruh proses tersebut secara menyeluruh untuk mencapai hasil yang maksimal. "Prosesnya sangat banyak, dan semua akan kami siapkan secara menyeluruh," tambahnya.
Inovasi Pakan Ternak untuk Percepat Produksi
Salah satu fokus utama pengembangan teknologi peternakan di Unair adalah inovasi di bidang pakan ternak. Penelitian dan pengembangan difokuskan pada formulasi pakan yang dapat meningkatkan efisiensi pertumbuhan dan mempercepat waktu panen hewan ternak. "Pakan bisa diolah sedemikian rupa sehingga ayam, misalnya, bisa dipanen dalam waktu satu bulan. Ini tentu akan mempercepat produksi," jelas Prof. Nasih. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas peternakan dan memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia.
Dengan inovasi pakan ternak, diharapkan dapat memangkas waktu panen dan meningkatkan efisiensi produksi. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan ketersediaan pangan hewani yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat luas. Unair berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan teknologi peternakan yang berkelanjutan.
Selain fokus pada pakan ternak, Unair juga tengah mengembangkan teknologi lain untuk meningkatkan kualitas hewan ternak. Teknologi reproduksi, misalnya, menjadi salah satu fokus utama guna menghasilkan ternak unggul dengan produktivitas tinggi. Dengan demikian, Unair berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.
Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
Prof. Nasih optimistis bahwa langkah Unair dalam menambah guru besar FKH dan fokus pada inovasi peternakan akan berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Beliau berharap Indonesia dapat memiliki ketahanan pangan yang kuat, terutama dalam penyediaan sumber gizi hewani seperti telur, daging, dan produk turunannya. "Dengan konsentrasi kami pada program ini, diharapkan Indonesia mampu memiliki ketahanan pangan yang kuat, terutama dalam penyediaan sumber gizi seperti telur, daging, dan lainnya," kata Prof. Nasih.
Selain FKH, Unair juga akan mengukuhkan sejumlah guru besar dari fakultas lain, antara lain Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Pengukuhan ini menunjukkan komitmen Unair yang menyeluruh dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional, termasuk ketahanan pangan.
Dengan adanya tambahan guru besar ini, Unair semakin siap untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan hewani di Indonesia. Inovasi-inovasi yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat dalam bidang pangan.
Langkah Unair ini patut diapresiasi sebagai bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, diharapkan Indonesia dapat mencapai ketahanan pangan yang optimal dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya.