Waspada Kaki Bengkak Saat Mudik Lebaran: Ancaman Sesak Napas Mengintai!
Pakar kesehatan ingatkan pemudik untuk waspada kaki bengkak akibat duduk lama selama perjalanan mudik Lebaran, yang berpotensi menyebabkan sesak napas.
Jakarta, 27 Maret 2025 - Mudik Lebaran menjadi tradisi tahunan yang dinantikan banyak orang. Namun, perjalanan panjang yang seringkali dijalani dengan duduk lama menyimpan risiko kesehatan yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah kaki bengkak, yang jika dibiarkan dapat berujung pada sesak napas, seperti yang diungkapkan oleh pakar jantung dan pembuluh darah.
Dr. dr. Vito A. Damay, SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PPSK), memberikan peringatan serius terkait bahaya kaki bengkak selama perjalanan mudik. Beliau menjelaskan bahwa duduk terlalu lama dapat menyebabkan gumpalan darah di kaki, yang jika terlepas, dapat mengalir ke jantung dan paru-paru, sehingga menyebabkan penyumbatan aliran darah dan berujung pada sesak napas. "(Kaki bengkak karena) Gumpalan darah di kaki bisa terbang masuk ke pembuluh darah di jantung, menyumbat aliran darah ke paru-paru dan menyebabkan sesak napas," tegas Dr. Vito.
Oleh karena itu, kewaspadaan menjadi kunci utama bagi para pemudik. Perjalanan mudik yang nyaman dan aman tidak hanya soal persiapan kendaraan dan logistik, tetapi juga kesehatan. Ancaman sesak napas akibat kaki bengkak ini perlu diantisipasi agar momen Lebaran tetap penuh sukacita.
Cegah Kaki Bengkak, Jaga Kesehatan Selama Perjalanan Mudik
Untuk mencegah kaki bengkak, Dr. Vito menyarankan agar pemudik secara rutin bergerak. Pemudik disarankan untuk berjalan setidaknya setiap dua hingga tiga jam sekali di tempat pemberhentian atau rest area. Gerakan ini membantu melancarkan aliran darah dan mencegah penggumpalan.
Namun, jika berhenti dan berjalan tidak memungkinkan, Dr. Vito menganjurkan untuk melakukan 'calf pumping'. "Tapi kalau tidak bisa lakukan 'calf pumping' agar otot betis memompa darah vena di kaki kembali ke jantung," sarannya. 'Calf pumping' dilakukan dengan mengangkat kedua telapak kaki secara bersamaan sambil bertumpu pada tumit. Gerakan ini diulang-ulang untuk membantu aliran darah dari kaki kembali ke jantung dengan lancar.
Dengan melakukan 'calf pumping' secara berkala, pemudik dapat mengurangi risiko terjadinya pembengkakan pada kaki dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Penting untuk diingat bahwa kesehatan merupakan investasi berharga, terutama saat melakukan perjalanan jauh seperti mudik Lebaran.
Prediksi Pemudik DKI Jakarta Meningkat
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprediksi peningkatan jumlah pemudik yang menggunakan bus sekitar delapan persen pada Lebaran 1446 Hijriah/2025 dibandingkan tahun lalu. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyebutkan potensi jumlah penumpang di empat terminal utama dan tiga terminal bantuan mencapai 295.987 orang. Peningkatan ini diduga karena sebagian masyarakat menunda perjalanan mudik saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 karena jarak waktu yang relatif dekat dengan Lebaran.
Terminal-terminal tersebut meliputi Terminal Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Tanjung Priok, serta tiga terminal bantuan yaitu Terminal Lebak Bulus, Terminal Muara Angke, dan Terminal Grogol. Meskipun demikian, jumlah penumpang di sektor lain seperti pelabuhan dan kereta api justru mengalami penurunan, masing-masing sebesar 28 persen dan sembilan persen dibandingkan tahun lalu.
Prediksi volume kendaraan yang keluar Jakarta selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran 2025 mencapai 7.370.837 kendaraan. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran, yang semakin mempertegas pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan.
Dengan meningkatnya jumlah pemudik, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan mudik. Selain itu, informasi mengenai risiko kesehatan seperti kaki bengkak dan cara pencegahannya perlu disebarluaskan secara luas agar masyarakat lebih waspada dan dapat melakukan langkah-langkah antisipasi.