Lapangan Tergenang, Arema FC Gagal Taklukkan PSIS Semarang
Pelatih Arema FC, Ze Gomes, menyalahkan kondisi lapangan Stadion Soepriadi yang tergenang air hujan sebagai penyebab kegagalan timnya mengalahkan PSIS Semarang dengan skor akhir 2-2.
Pertandingan antara Arema FC dan PSIS Semarang yang berlangsung di Stadion Soepriadi, Blitar, Jawa Timur pada Senin, 24 Februari 2024, berakhir imbang 2-2. Kegagalan Arema FC meraih kemenangan, menurut pelatih mereka, Jose Manuel Gomes da Silva atau Ze Gomes, disebabkan oleh kondisi lapangan yang tergenang air hujan. Pertandingan tersebut menyajikan drama hingga menit akhir, dengan PSIS menyamakan kedudukan melalui penalti di menit ke-89.
Ze Gomes menjelaskan dalam konferensi pers pasca-pertandingan bahwa hujan deras yang mengguyur Blitar mengakibatkan lapangan tergenang air. Kondisi ini, menurutnya, sangat menyulitkan para pemain Arema FC dalam membangun serangan dan memutus aliran bola dari PSIS. Ia bahkan menyatakan bahwa penalti yang diberikan kepada PSIS juga merupakan dampak dari genangan air tersebut, yang membuat pergerakan pemain Arema FC menjadi tidak maksimal.
Meskipun Arema FC sempat unggul 2-1 di babak pertama, kondisi lapangan yang buruk di babak kedua membuat mereka kesulitan mempertahankan keunggulan. Keunggulan tersebut akhirnya sirna setelah PSIS berhasil menyamakan kedudukan lewat titik penalti di penghujung laga. Meskipun demikian, Ze Gomes tetap memuji penampilan para pemainnya yang telah berjuang maksimal di lapangan.
Kondisi Lapangan Pengaruhi Permainan
Menurut Ze Gomes, "Pada pertandingan ini ada hujan deras, terus di babak kedua kondisi lapangan menyulitkan kami jadi harus langsung kasih bola ke depan." Genangan air di lapangan membuat para pemain Arema FC kesulitan mengontrol bola dan membangun serangan yang terstruktur. Kondisi lapangan yang becek dan licin juga meningkatkan risiko cedera dan kesalahan dalam mengoper bola.
Ia menambahkan, "PSIS langsung melakukan umpan jauh dari belakang ke depan, pemain kami kesulitan karena (lapangan tergenang air) menjadi berat dan tim lawan dapat penalti terus gol." Hal ini menunjukkan bagaimana kondisi lapangan yang buruk memberikan keuntungan bagi PSIS yang lebih mampu beradaptasi dengan situasi tersebut.
Sementara itu, Thales Lira, pemain Arema FC, juga mengakui kesulitan yang dihadapi timnya akibat kondisi lapangan. "Kami sebagai pemain Arema sudah bekerja keras dan bermain bagus tetapi kebobolan dua gol. Itu kondisi yang sulit," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa faktor lapangan memang menjadi kendala utama bagi Arema FC dalam pertandingan tersebut.
Evaluasi dan Persiapan Laga Selanjutnya
Meskipun gagal meraih kemenangan, Ze Gomes tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya atas usaha dan permainan yang telah mereka tunjukkan. Ia menekankan bahwa timnya telah bermain dengan baik dan berhasil mencetak dua gol di babak pertama. Kegagalan ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal, yaitu kondisi lapangan yang kurang mendukung.
Setelah pertandingan melawan PSIS, para pemain Arema FC akan beristirahat sejenak sebelum kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi laga selanjutnya melawan Malut United. Thales Lira menyatakan, "Sekarang kami akan beristirahat untuk mempersiapkan diri melawan Malut United." Hal ini menunjukkan bahwa Arema FC tetap fokus untuk menatap pertandingan-pertandingan selanjutnya dan memperbaiki performa mereka.
Secara keseluruhan, pertandingan antara Arema FC dan PSIS Semarang menjadi bukti bahwa faktor eksternal, seperti kondisi lapangan, dapat sangat berpengaruh terhadap hasil pertandingan. Meskipun Arema FC telah bermain dengan baik, kondisi lapangan yang tergenang air hujan membuat mereka kesulitan dan akhirnya harus puas dengan hasil imbang.