119 Rumah Relokasi di Desa Kurau, Bangka Tengah, Resmi Dihuni
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, meresmikan 119 unit rumah relokasi bagi warga Desa Kurau yang terdampak program penataan kawasan kumuh, dengan konsep hunian nyaman dan representatif.

Koba, Bangka Tengah, 27 Maret 2024 - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah menyelesaikan pembangunan dan meresmikan relokasi 119 unit rumah bagi warga Desa Kurau yang terdampak program penataan kawasan kumuh. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, pada Rabu, 27 Maret 2024. Proses relokasi ini menjawab pertanyaan Apa yang dilakukan (relokasi rumah), Siapa yang terlibat (Bupati, warga, Pemkab Bangka Tengah), Di mana (Desa Kurau, Bangka Tengah), Kapan (27 Maret 2024), Mengapa (karena program penataan kawasan kumuh), dan Bagaimana (dengan pembangunan 119 unit rumah baru).
"Hari ini sebanyak 119 unit rumah sudah siap ditempati warga, hunian yang sangat nyaman dan representatif," ungkap Algafry Rahman usai menghadiri acara pengguntingan pita sebagai tanda peresmian rumah layak huni tersebut. Proyek pembangunan rumah relokasi ini menelan biaya sebesar Rp1,9 miliar dan dibangun di atas lahan seluas 3,23 hektare. Pembangunan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Keberhasilan program relokasi ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan warga Desa Kurau. Relokasi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam penataan kawasan kumuh dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan terintegrasi.
Rumah Layak Huni dan Konsep Wisata
Pembangunan rumah relokasi di Desa Kurau tidak hanya fokus pada aspek fungsional, tetapi juga memperhatikan estetika dan potensi wisata. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan Perhubungan, Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, menjelaskan bahwa konsep pembangunan mengedepankan seni arsitektur lokal. "Konsep kita mengedepankan seni, karena rumah masyarakat di sini identik dengan kayu, sehingga harapan kita menjadi objek wisata," jelasnya.
Dari total 119 unit rumah, sebanyak 60 unit merupakan rumah baru yang dibangun, sementara sisanya merupakan bagian dari program penambahan dan renovasi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga berencana untuk melanjutkan program pembangunan rumah swadaya di masa mendatang. Algafry Rahman menyatakan bahwa tahun depan, pemerintah kabupaten akan membangun kembali 70 unit rumah di Kurau Barat dan Kurau Timur, termasuk di area PSU lama dan baru.
Warga Antusias Menempati Rumah Baru
Antusiasme warga sangat terlihat dengan adanya relokasi ini. Salah satu warga yang menerima relokasi rumah, Asani (26), mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. "Tadinya rumah yang saya tempati berjauhan, namun ketika pindah, tinggal di hunian rumah baru ini sudah seperti keluarga dekat," ujarnya.
Relokasi ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang lebih layak, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar warga. Kedekatan antar warga yang sebelumnya tinggal terpisah kini dapat terjalin lebih erat di lingkungan perumahan yang baru.
Program relokasi ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat. Selain di Desa Kurau, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga sedang dalam proses mengajukan master plan pembangunan rumah swadaya di Batu Belubang dan Sungai Selan ke pemerintah pusat.
Dengan adanya program relokasi dan pembangunan rumah swadaya ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Bangka Tengah, serta menciptakan lingkungan yang lebih baik dan terintegrasi.