36 Kecelakaan Lalu Lintas di Sumbar Selama Operasi Ketupat Singgalang 2025
Polda Sumbar mencatat 36 kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Singgalang 2025, mengakibatkan 8 korban meninggal dan kerugian material Rp261.500.000.

Polda Sumatra Barat (Sumbar) melaporkan adanya 36 kasus kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Singgalang 2025 yang digelar untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran. Kejadian ini terjadi sejak operasi dimulai hingga Selasa, 1 April 2025. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 8 orang meninggal dunia, 6 orang luka berat, 61 orang luka ringan, dan kerugian material mencapai Rp261.500.000. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar, AKBP Agung Pranajaya, di Padang.
AKBP Agung Pranajaya menghimbau kepada seluruh pengendara, khususnya yang akan kembali ke perantauan dari wilayah Sumbar, untuk selalu memperhatikan keselamatan dan kelengkapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Ia menekankan pentingnya istirahat yang cukup dan tidak memaksakan diri berkendara jika merasa lelah atau kondisi tubuh tidak fit. "Agar selalu memperhatikan keselamatan serta kelengkapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan, jika memang kondisi tubuh tidak fit atau lelah sebaiknya berhenti dan tidak memaksakan diri untuk berkendara," katanya.
Angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Singgalang 2025 ini tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama di tahun 2024, tercatat 32 kecelakaan dengan 3 korban meninggal dunia. Peningkatan jumlah kecelakaan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian dan diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pengguna jalan raya di Sumbar.
Meningkatnya Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Sumbar
Peningkatan angka kecelakaan lalu lintas di Sumatra Barat selama Operasi Ketupat Singgalang 2025 menjadi sorotan utama. Dari data yang diperoleh, terlihat peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024. Hal ini mengindikasikan perlunya upaya lebih intensif dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di wilayah tersebut.
Polisi mencatat rincian korban kecelakaan meliputi 8 orang meninggal dunia, 6 orang luka berat, dan 61 orang luka ringan. Kerugian material akibat kecelakaan ini mencapai angka yang cukup fantastis, yaitu Rp261.500.000. Besarnya kerugian ini menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan dari tingginya angka kecelakaan lalu lintas.
Pihak kepolisian berharap agar masyarakat dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam berkendara. Pentingnya pengecekan kondisi kendaraan sebelum perjalanan jauh juga ditekankan untuk meminimalisir risiko kecelakaan.
Data perbandingan antara tahun 2024 dan 2025 menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Hal ini menjadi catatan penting bagi instansi terkait untuk mengevaluasi strategi dan program keselamatan lalu lintas yang telah dijalankan.
Imbauan Kepolisian untuk Keselamatan Berkendara
Menanggapi peningkatan angka kecelakaan, Kepolisian Daerah Sumatra Barat memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu memprioritaskan keselamatan dalam berkendara. Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
- Selalu periksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh.
- Istirahat yang cukup dan hindari berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk.
- Patuhi peraturan lalu lintas dan selalu berhati-hati di jalan.
- Gunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman.
Kepolisian juga berencana untuk meningkatkan patroli dan penegakan hukum di jalan raya untuk menekan angka kecelakaan. Upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga akan terus digencarkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Dengan adanya peningkatan angka kecelakaan ini, diharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib di Sumatra Barat. Keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama, baik dari pihak kepolisian maupun pengguna jalan itu sendiri.
Semoga dengan adanya imbauan dan langkah-langkah yang diambil oleh pihak kepolisian, angka kecelakaan lalu lintas di Sumatra Barat dapat ditekan dan keselamatan para pengguna jalan dapat lebih terjamin.