Antisipasi Kemacetan Lebaran 2025: Dishub DKI Jakarta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Wisata
Dishub DKI Jakarta akan menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik wisata Ibu Kota pada hari kedua Lebaran 2025 untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung.

Hari kedua Lebaran 2025 diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah tempat wisata di Jakarta. Menyikapi hal ini, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah kemacetan parah di sejumlah titik wisata populer Ibu Kota. Antisipasi ini melibatkan kerjasama dengan pihak kepolisian dan TNI untuk memastikan kelancaran lalu lintas.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkapkan bahwa beberapa lokasi wisata yang menjadi fokus antisipasi kemacetan antara lain Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ragunan, Kota Tua, Monas, Ancol, dan Pantai Indah Kapuk (PIK). "Besok, mulai 1 April, harus kita antisipasi beberapa lokasi wisata Jakarta," ujar Syafrin saat ditemui di Jakarta, Senin (31/3).
Langkah-langkah yang akan diterapkan Dishub DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan di lokasi-lokasi tersebut beragam, disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kawasan. Kerjasama dengan aparat keamanan menjadi kunci keberhasilan strategi ini. Dishub DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan jalur alternatif jika menemukan kemacetan di lokasi wisata.
Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Ragunan
Sebagai contoh, di kawasan Ragunan, Dishub DKI Jakarta akan memberlakukan sistem satu arah. "Seperti contoh di kawasan Ragunan, nanti akan diterapkan satu arah pada jam enam pagi sampai dengan jam 10, itu masuk ke Ragunan ke arah Selatan. Sore, hari itu juga akan diterapkan sistem satu arah keluar Ragunan ke arah TB Simatupang," jelas Syafrin. Penerapan sistem satu arah ini bertujuan untuk mengoptimalkan arus lalu lintas dan mencegah penumpukan kendaraan.
Sistem satu arah di Ragunan akan diberlakukan pada waktu-waktu tertentu, yaitu pada pagi hari untuk akses masuk dan sore hari untuk akses keluar. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kemacetan dan mempermudah akses bagi pengunjung Ragunan.
Dengan adanya sistem satu arah ini, diharapkan pengunjung Ragunan dapat lebih mudah masuk dan keluar kawasan wisata tersebut tanpa terhambat kemacetan. Pengaturan ini merupakan bagian dari upaya Dishub DKI Jakarta untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan Lebaran dan mengunjungi tempat wisata.
Situasional dan Fleksibel
Sementara itu, untuk tempat wisata lain seperti Ancol dan PIK, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional. "Seperti contoh di Ancol, begitu ada kepadatan kita akan melakukan pengaturan bagaimana akses masuk dan keluar tol itu dilakukan pembatasan," ungkap Syafrin. Keputusan untuk menerapkan rekayasa lalu lintas di Ancol dan PIK akan bergantung pada kondisi kepadatan lalu lintas di lapangan.
Kawasan PIK, sebagai destinasi wisata baru, juga menjadi perhatian khusus Dishub DKI Jakarta. "Begitu ada libur nasional, libur panjang, biasanya kawasan PIK akan sangat padat pengunjung," kata Syafrin. Antisipasi kemacetan di PIK menjadi penting mengingat popularitasnya yang terus meningkat.
Dishub DKI Jakarta akan terus memantau situasi di lapangan dan melakukan penyesuaian pengaturan lalu lintas sesuai kebutuhan. Fleksibelitas dalam menerapkan rekayasa lalu lintas menjadi kunci keberhasilan dalam mengantisipasi kemacetan di tempat wisata.
Jumlah Personel yang Dikerahkan
Selama libur Lebaran, Dishub DKI Jakarta mengerahkan sebanyak 2.800 personel untuk membantu kelancaran lalu lintas. Personel tersebut akan bekerja sama dengan kepolisian dan TNI, serta Satpol PP. Kerjasama antar instansi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang efektif dalam mengatasi potensi kemacetan.
Dengan jumlah personel yang cukup banyak, diharapkan upaya pengaturan lalu lintas dapat berjalan dengan optimal. Kerjasama antar instansi juga akan memperkuat koordinasi dan memastikan respon yang cepat terhadap situasi di lapangan. Hal ini penting untuk meminimalisir dampak kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi lalu lintas dan mempertimbangkan jalur alternatif jika diperlukan. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan suasana Lebaran yang aman dan nyaman.