Antusiasme Open House Istana Bantah Narasi Mencekam di X, Kata Pengamat
Pengamat politik Iwan Setiawan menilai antusiasme tinggi di acara open house Istana Merdeka dan shalat Idul Fitri membantah narasi mencekam di media sosial X.

Jakarta, 1 April 2024 (ANTARA) - Antusiasme masyarakat yang membludak dalam acara open house Lebaran di Istana Merdeka dan saat Presiden Prabowo Subianto melaksanakan shalat Idul Fitri telah mementahkan narasi mencekam yang beredar di media sosial X, demikian disampaikan pengamat politik Iwan Setiawan.
Menurut Iwan, partisipasi masyarakat dalam kedua acara tersebut mencerminkan kondisi riil di tengah masyarakat, yang jauh berbeda dengan gambaran negatif dan provokatif yang seringkali tersebar di platform X. Ia menekankan bahwa suasana sebenarnya jauh lebih kondusif dan positif daripada yang digambarkan di media sosial.
"Antusiasme warga menyambut dan ingin menyalami Presiden Prabowo Subianto saat Shalat Id di Masjid Istiqlal Jakarta membuktikan bahwa narasi atau realitas yang seakan mencekam di media sosial Twitter (X) hanya realitas semu," ujar Iwan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Masyarakat Indonesia Rindu Kedamaian
Iwan mengamati tingginya antusiasme masyarakat untuk bersalaman dan berfoto bersama Presiden Prabowo Subianto, bahkan rela mengantre panjang untuk memasuki kawasan Istana Negara. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa Presiden masih sangat dicintai dan dihormati oleh rakyat Indonesia.
Lebih lanjut, Iwan menjelaskan bahwa antusiasme tersebut bertolak belakang dengan narasi-narasi negatif yang beredar di X. Ia meyakini bahwa rakyat Indonesia pada umumnya menginginkan situasi yang damai dan kondusif, tanpa adanya provokasi dan penyebaran informasi yang menyesatkan.
"Saya yakin, rakyat Indonesia di dunia nyata menginginkan Presidennya sehat dan selamat. Lebih dari itu, semua rakyat Indonesia menginginkan kedamaian, kesejukan, dan tanpa narasi provokatif seperti di media sosial," tuturnya.
Kecaman terhadap Narasi Provokatif
Iwan mengecam para penyebar narasi provokatif di media sosial dan berharap agar mereka dapat diusut dan dihukum secara tegas. Ia menilai penyebaran narasi-narasi tersebut sangat tidak bertanggung jawab dan dapat berdampak luas pada opini publik.
"Narasi hasutan provokatif dari orang-orang tersebut dinilai tidak bertanggung jawab, sehingga para penyebar narasi harus dihukum berat," tegas Iwan.
Ia berharap agar kepercayaan rakyat kepada pemerintahan Presiden Prabowo dapat menjadi energi positif bagi Presiden untuk bekerja lebih keras dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Kepercayaan Rakyat sebagai Energi Positif
Iwan menambahkan, "Kita berharap bersama bahwa kepercayaan dan cinta rakyat yang besar kepada Presiden menjadi energi tersendiri untuk bekerja keras demi terwujudnya kesejahteraan rakyat." Dengan demikian, kehadiran masyarakat dalam acara open house Istana Merdeka menjadi bukti nyata dukungan dan kepercayaan rakyat kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kesimpulannya, antusiasme masyarakat dalam acara tersebut menunjukkan bahwa kondisi sebenarnya di Indonesia jauh lebih positif daripada yang digambarkan oleh narasi-narasi negatif di media sosial. Kepercayaan dan dukungan rakyat menjadi modal penting bagi pemerintah untuk terus bekerja melayani dan mensejahterakan rakyat.