Arus Balik Lebaran 2025: Peningkatan Volume Kendaraan di JTTS Diperkirakan Berlanjut Tiga Hari ke Depan
Peningkatan signifikan volume kendaraan di Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) selama arus balik Lebaran 2025 diperkirakan masih akan berlangsung hingga 3 hari ke depan, sehingga pihak kepolisian mengimbau pemudik untuk tetap berhati-hati.

Bandarlampung, 3 April 2025 (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memprediksi peningkatan arus kendaraan yang melintasi Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan, tepatnya sampai tanggal 5, 6, dan 7 April 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helmy Santika, di Bandarlampung pada Kamis, 3 April 2025. Prediksi ini dikeluarkan berdasarkan data dan pengamatan arus balik Lebaran 2025 yang masih tinggi.
Peningkatan volume kendaraan ini telah tercatat signifikan oleh PT Hutama Karya (Persero). Pada hari Rabu, 2 April 2025, tercatat sebanyak 185.393 kendaraan melintasi JTTS, meningkat 145,76 persen dibandingkan dengan trafik normal pada hari yang sama. Dari jumlah tersebut, 15.037 kendaraan tercatat melintas di ruas tol fungsional. Kondisi ini tentunya membutuhkan kewaspadaan dan perhatian ekstra dari seluruh pihak terkait.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Lampung menghimbau seluruh pemudik untuk selalu waspada dan mematuhi peraturan lalu lintas. Pihaknya juga menekankan pentingnya keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan arus balik. Imbauan ini dikeluarkan sebagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi akibat kelalaian dan pelanggaran aturan.
Imbauan Keselamatan Berkendara dari Kapolda Lampung
Irjen Pol. Helmy Santika memberikan beberapa imbauan penting bagi para pemudik. Beliau mengingatkan agar para pengendara memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum memulai perjalanan. "Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, patuhi batas kecepatan, dan hindari berkendara dalam keadaan lelah atau mengantuk," tegas Irjen Pol. Helmy Santika. Imbauan ini sangat penting mengingat kondisi fisik dan kendaraan yang prima merupakan kunci utama keselamatan di jalan raya.
Kapolda juga memberikan perhatian khusus kepada para pengendara sepeda motor. Beliau menekankan pentingnya kesiapan pengendara motor, mengingat kerentanan mereka terhadap cuaca dan kondisi jalan. "Ingat, nenek moyang kita adalah pelaut, bukan pembalap. Pastikan perlengkapan berkendara lengkap dan gunakan jas hujan jika diperlukan, mengingat cuaca yang tidak menentu," pesan Irjen Pol. Helmy Santika. Pesan ini menyiratkan pentingnya antisipasi terhadap kondisi cuaca yang tak menentu dan perlunya perlengkapan berkendara yang lengkap.
Selain itu, Kapolda juga mengingatkan pentingnya istirahat yang cukup bagi para pemudik. Beliau mengimbau agar pemudik memanfaatkan rest area yang tersedia dan tidak memaksakan diri jika merasa lelah. "Jangan memaksakan diri jika merasa lelah. Manfaatkan rest area yang tersedia dan pastikan kondisi tubuh serta kendaraan dalam keadaan prima sebelum melanjutkan perjalanan," pesannya. Hal ini bertujuan untuk mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan dan mengurangi risiko kecelakaan.
Irjen Pol. Helmy Santika juga menekankan pentingnya untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepatuhan terhadap arahan petugas akan membantu kelancaran arus balik dan meminimalisir potensi kecelakaan. Dengan kerjasama dan kepatuhan bersama, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman.
Antisipasi Kemacetan dan Kecelakaan
Peningkatan volume kendaraan yang signifikan di JTTS menuntut antisipasi yang matang dari berbagai pihak. Selain imbauan kepada pemudik, pengawasan dan pengaturan lalu lintas oleh pihak kepolisian juga menjadi hal yang krusial. Petugas di lapangan akan terus berupaya untuk mengoptimalkan pengaturan lalu lintas agar kemacetan dapat diminimalisir.
Penting pula bagi para pemudik untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memperhitungkan waktu tempuh, dan memilih waktu perjalanan yang tepat. Memperhatikan kondisi cuaca dan mempersiapkan diri menghadapi potensi kemacetan juga sangat penting. Dengan perencanaan yang matang, pemudik dapat meminimalisir risiko keterlambatan dan potensi masalah di jalan.
Selain itu, peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas juga sangat diperlukan. Kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas dari seluruh pengguna jalan akan sangat membantu menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan lancar. Kerjasama dan kesadaran bersama merupakan kunci utama dalam menghadapi arus balik Lebaran 2025.
Dengan adanya peningkatan volume kendaraan yang signifikan dan prediksi peningkatan hingga tiga hari ke depan, diharapkan seluruh pemudik dapat tetap berhati-hati, mematuhi peraturan lalu lintas, dan selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Semoga arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman.