Arus Balik Lebaran: Kepolisian Garut Sukses Urai Kemacetan di Jalur Gentong
Kepolisian Resor Garut berhasil mengurai kepadatan arus balik kendaraan dari Gentong menuju Garut hingga dini hari Sabtu, setelah menerapkan sistem buka tutup jalur dan prioritaskan arus balik.

Kepadatan arus balik kendaraan Lebaran di jalur selatan Jawa Barat, tepatnya dari Gentong, Kabupaten Tasikmalaya menuju Kabupaten Garut, berhasil diurai oleh Kepolisian Resor Garut hingga Sabtu dini hari. Proses penguraian kemacetan yang dimulai Jumat malam ini melibatkan berbagai strategi dan upaya maksimal dari pihak kepolisian.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, menjelaskan bahwa pengamanan ditingkatkan sejak Jumat malam di perbatasan Garut-Tasikmalaya. Upaya ini membuahkan hasil dengan lancarnya arus kendaraan sekitar pukul 02.00 WIB. "Alhamdulillah baru selesai jam 02.00 dini hari sudah terkuras habis untuk arus balik dari arah Jawa Tengah, Pangandaran, dan sekitarnya yang ke arah Bandung," ujar Iptu Aang.
Kemacetan terutama terjadi di jalur nasional Limbangan-Malangbong, jalur perbatasan Garut dan Tasikmalaya. Polres Garut menerapkan sistem buka tutup atau satu arah untuk mengurai kepadatan dan memastikan kelancaran arus kendaraan dari Gentong menuju Garut. Strategi ini terbukti efektif dalam mengatasi kepadatan yang signifikan.
Sistem Buka Tutup dan Prioritas Arus Balik
Iptu Aang menjelaskan lebih lanjut mengenai strategi yang diterapkan. "Pengaturan tadi malam kita memprioritaskan arus balik dari arah Gentong ke Garut, alhamdulillah kita melaksanakan pengurasan beberapa kali," katanya. Untuk melancarkan sistem satu arah ini, arus kendaraan dari Bandung menuju Tasikmalaya sempat dihentikan sementara.
Penutupan sementara jalur dari Bandung ini bertujuan untuk mempermudah pengurasan kepadatan di Gentong. "Dengan diberhentikan dulu atau tutup buka di Malangbong, mohon maaf dari arah Bandung ke Tasikmalaya kita hentikan dulu untuk menguras sampai Gentong," jelas Iptu Aang. Keputusan ini diambil untuk memastikan efektivitas penguraian kemacetan.
Meskipun berhasil mengurai kemacetan, Iptu Aang memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada 6 atau 7 Maret 2025. Volume kendaraan yang cukup padat di jalur nasional wilayah Garut menjadi pertimbangan utama dalam prediksi tersebut. Setelah berhasil mengurai kemacetan, Polres Garut kembali berpatroli untuk mengamankan jalur yang kembali ramai pada Sabtu pagi.
Tantangan di Jalur Gentong
Jalur Gentong, yang menjadi perbatasan antara Tasikmalaya dan Garut, juga mengalami kepadatan yang cukup signifikan. Kondisi jalan yang menanjak dari arah Tasikmalaya menuju Garut menjadi salah satu penyebabnya. Banyak kendaraan roda empat mengalami mogok dan harus menepi.
Selain kondisi jalan, penyempitan lajur setelah jalur Lingkar Gentong menuju Malangbong juga menyebabkan antrean kendaraan. Kedua faktor ini memperparah kondisi kemacetan di jalur Gentong. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan dan strategi yang matang dari pihak kepolisian dalam menangani arus balik Lebaran.
Petugas kepolisian bekerja keras hingga dini hari untuk mengatasi kepadatan lalu lintas. "Volume kendaraan yang datang atau arus balik ini luar biasa," kata Aang. Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras aparat kepolisian dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
Kesimpulannya, keberhasilan Polres Garut dalam mengurai kemacetan di jalur Gentong menunjukkan pentingnya strategi yang tepat dan kerja sama yang solid dalam menghadapi tantangan arus balik Lebaran. Pengalaman ini dapat menjadi pembelajaran berharga untuk menghadapi arus mudik dan balik di masa mendatang.