ASDP Prediksi Lonjakan Penyeberangan Merak-Bakauheni H-3 Lebaran: 47.000 Kendaraan!
PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi lonjakan penyeberangan Merak-Bakauheni hingga 47.000 kendaraan pada H-3 Lebaran, dengan berbagai strategi diterapkan untuk mengurai kepadatan.

PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi lebih dari 47.000 kendaraan akan menyeberang dari Pelabuhan Merak (Banten) menuju Bakauheni (Lampung) pada H-3 Lebaran, Jumat (28/4). Prediksi ini disampaikan Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin, di Cilegon, Banten. Perkiraan ini didasarkan pada data hingga Kamis (27/4), di mana baru sekitar 26 persen dari total 233.000 kendaraan yang diperkirakan akan menyeberang telah melakukan perjalanan. Strategi khusus pun disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.
Shelvy menjelaskan, "Jadi yang sudah menyeberang baru sekitar 26 persen. Ini prediksi kami di H-3 Akan ada mungkin 47.000 kendaraan yang akan menyeberang dari sisi Jawa ke Sumatera." ASDP akan berkoordinasi erat dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk memastikan operasional kapal berjalan lancar dan efisien. Upaya percepatan proses muat penumpang di tujuh dermaga Pelabuhan Merak, dengan target durasi kurang dari 30 menit per penumpang, juga akan dimaksimalkan.
Antisipasi kepadatan lalu lintas juga menjadi fokus utama. Direktur Operasional dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, mengungkapkan penerapan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Bakauheni. Hal ini diharapkan dapat mempercepat arus kendaraan dan mengurangi penumpukan di Merak. Rio menambahkan, "Beberapa dermaga di sisi Sumatera (Bakauheni) akan menggunakan pola TBB, tiba bongkar berangkat. Jadi nggak muat lagi, langsung kembali untuk bisa menyedot kendaraan yang memang sudah ada antre di Merak."
Antisipasi Kemacetan dan Strategi ASDP
ASDP telah mempersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi potensi kemacetan. Kapasitas dermaga di Pelabuhan Merak mampu menampung hingga 60.000 unit kendaraan. Kerja sama dengan kepolisian juga akan dilakukan untuk melakukan skrining kendaraan sejak di Cilegon Timur, guna memilah kendaraan yang menuju Merak, Ciwandan, atau jalur utara melalui BBJ. Sistem penyaringan yang ketat ini bertujuan untuk mengoptimalkan arus lalu lintas dan mencegah kepadatan yang berlebihan.
Untuk mengurai antrean yang mungkin terjadi hingga gerbang tol Merak, ASDP akan menerapkan sistem delaying. Kendaraan akan ditahan sementara di tiga rest area di sepanjang jalur menuju Pelabuhan Merak, yaitu rest area Tol Jakarta Tangerang Km 13, Tol Tangerang Merak Km 68, dan Km 43. Langkah ini diharapkan dapat mengendalikan jumlah kendaraan yang tiba di pelabuhan secara bersamaan dan mencegah kemacetan yang lebih parah.
Selain itu, koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kepolisian dan KSOP, akan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan selama periode arus mudik Lebaran. ASDP berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan kenyamanan para pemudik.
Jumlah Kendaraan dan Kapasitas Dermaga
Prediksi jumlah kendaraan yang akan menyeberang pada H-3 Lebaran mencapai 47.000 unit. Angka ini merupakan bagian dari total 233.000 kendaraan yang diperkirakan akan menggunakan jasa penyeberangan Merak-Bakauheni selama periode mudik Lebaran. ASDP telah mempersiapkan kapasitas dermaga yang memadai, yaitu hingga 60.000 unit kendaraan, untuk menampung lonjakan tersebut.
Meskipun kapasitas dermaga cukup besar, ASDP tetap menerapkan berbagai strategi untuk mengoptimalkan arus lalu lintas dan mencegah terjadinya penumpukan kendaraan. Koordinasi dengan pihak kepolisian dan penerapan sistem TBB di Bakauheni menjadi kunci dalam upaya tersebut. Sistem delaying di rest area juga merupakan bagian dari rencana antisipasi kemacetan yang telah disiapkan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, ASDP optimis dapat mengatasi potensi kepadatan dan memastikan kelancaran arus mudik Lebaran melalui jalur penyeberangan Merak-Bakauheni.
ASDP berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik dan memastikan perjalanan mereka berjalan lancar dan nyaman selama periode mudik Lebaran. Kerja sama dengan berbagai pihak terkait akan terus ditingkatkan untuk mencapai tujuan tersebut.