Asosiasi Sawit Bagikan Produk Turunan ke Panti Asuhan Jelang Lebaran: Bantah Isu Negatif
Tiga asosiasi hilir sawit bekerja sama dengan Forwatan membagikan produk turunan sawit kepada panti asuhan dan pesantren di Jabodetabek, sekaligus menangkal berita hoaks yang merugikan industri sawit.

Jakarta, 27 Maret 2025 - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, tiga asosiasi hilir sawit yaitu Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN), dan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), berkolaborasi dengan Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) membagikan bantuan sosial berupa produk turunan sawit kepada sejumlah panti asuhan dan pesantren di wilayah Jakarta, Bogor, dan Depok (Jabodetabek).
Pembagian bantuan ini tidak hanya sebagai wujud kepedulian sosial, tetapi juga sebagai upaya untuk mengklarifikasi informasi negatif dan hoaks yang selama ini beredar mengenai industri sawit. Kegiatan ini menunjukkan kontribusi positif produk turunan sawit bagi masyarakat Indonesia.
Bantuan berupa minyak goreng dan makanan yang mengandung produk turunan sawit diberikan secara simbolis oleh Ketua Forwatan, Yuwono Ibnu Nugroho, kepada beberapa lembaga, salah satunya Panti Asuhan Riyadhush Sholihin Kebayunan di Depok pada tanggal 21 Maret 2025. Penerima bantuan lainnya adalah Pesantren Yatim dan Dhuafa Assa’adah (Jakarta Selatan) dan Dompet Yatim dan Dhuafa (Depok).
Bantah Hoaks, Tunjukkan Manfaat Sawit
Direktur Eksekutif GIMNI, Sahat Sinaga, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan bakti sosial ini. Ia menekankan pentingnya penyampaian informasi positif mengenai sawit kepada masyarakat. "Selain mendistribusikan bantuan sosial, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana penyampaian informasi positif sawit kepada masyarakat," ujar Sahat dalam keterangannya.
Sahat juga menambahkan bahwa Indonesia telah memperoleh banyak manfaat dari industri sawit, baik untuk kebutuhan pangan maupun energi. Indonesia, sebagai produsen sawit terbesar dunia, telah menghasilkan 158 jenis produk turunan sawit. Sektor ini berkontribusi besar terhadap devisa ekspor negara, mencapai 28,45 miliar dolar AS atau setara dengan Rp455 triliun. Produk turunan kelapa sawit mendominasi ekspor, dengan sekitar 93,5 persen volume ekspor merupakan produk olahan minyak sawit.
Ia menegaskan, "Semua produk tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan mendukung kebutuhan sehari-hari. Jadi produk turunan sawit berkontribusi bagi perekonomian negara dan ekspor."
Hal senada disampaikan Ibnu Nugroho. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kebaikan produk turunan sawit dan menangkal berita hoaks yang beredar. "Banyak informasi negatif atau hoaks mengenai sawit yang menyebar di masyarakat dengan tujuan membangun kebencian terhadap produk sawit. Di sinilah peranan media mencegah beredarnya informasi hoaks dan negatif yang dapat mengganggu sektor industri hilir sawit. Jadi kami tegaskan bahwa sawit adalah produk asli Indonesia yang bermanfaat bagi bangsa ini," tegasnya.
Produk Turunan Sawit dan Kontribusinya
Berbagai produk turunan sawit telah dihasilkan dan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia. Berikut beberapa contohnya:
- Minyak goreng
- Margarin
- Produk kosmetik
- Biofuel
- Bahan baku industri lainnya
Kontribusi sektor sawit terhadap perekonomian nasional sangat signifikan, tidak hanya melalui devisa ekspor, tetapi juga penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat di berbagai daerah.
Kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat produk turunan sawit dan sekaligus meluruskan persepsi negatif yang selama ini berkembang. Dengan demikian, industri sawit dapat terus berkembang dan berkontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.