BKOM Kalsel Bertekad Wujudkan Zero Kematian Jamaah Haji
Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat Kalimantan Selatan (BKOM Kalsel) berupaya mewujudkan 'zero' kematian jamaah haji melalui bimtek pengelolaan kesehatan olahraga agar jamaah lebih sehat dan bugar.

Banjarmasin, 20 Februari 2024 (ANTARA) - Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Kalimantan Selatan berkomitmen untuk mencapai angka kematian jamaah haji "zero" melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan kesehatan olahraga. Program ini bertujuan agar para jamaah haji lebih Sehat dan Bugar (SEGAR) selama menjalankan ibadah haji.
Kepala BKOM Kalimantan Selatan, Susi Hermina, menekankan pentingnya perencanaan dan pengukuran yang cermat dalam pengelolaan kesehatan calon jamaah haji. Menurutnya, langkah ini krusial untuk memastikan keselamatan dan kesehatan mereka selama di Tanah Suci. "Tujuan utama program kesehatan olahraga ini adalah untuk menciptakan budaya masyarakat berolahraga secara Baik, Benar, Terukur, dan Teratur (BBTT)," ujarnya di Banjarbaru, Kamis.
Bimtek ini diharapkan memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pemeriksaan kebugaran bagi calon jamaah haji, terutama menjelang keberangkatan kloter pertama pada Mei mendatang. Susi Hermina menambahkan bahwa kegiatan ini juga memperkuat koordinasi antar sektor terkait untuk memastikan pemeriksaan kebugaran sesuai standar Kementerian Kesehatan.
Persiapan Matang Menuju Ibadah Haji yang Sehat
Susi Hermina menjelaskan, idealnya pemeriksaan kebugaran dilakukan enam bulan sebelum keberangkatan. Hal ini memungkinkan petugas di kabupaten/kota untuk mempersiapkan diri secara matang. BKOM Kalsel telah melakukan evaluasi terhadap pendampingan pengukuran kebugaran jasmani di 13 kabupaten/kota. Hasilnya menunjukkan beberapa kendala yang perlu diatasi.
Salah satu kendala yang ditemukan adalah belum maksimalnya urutan SOP pengukuran kebugaran jasmani. Selain itu, masih terdapat kekurangan tenaga kesehatan olahraga yang terlatih, terutama disebabkan oleh mutasi dan rolling petugas. "Hal ini mengakibatkan petugas di lapangan masih kurang terampil dalam menguasai teknis pengukuran," jelas Susi Hermina.
Meskipun demikian, Susi Hermina tetap optimis. Ia berharap para peserta Bimtek dapat mentransfer pengetahuan yang diperoleh kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota, sehingga kualitas pelayanan pengukuran kebugaran jasmani meningkat. Pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan olahraga menjadi tantangan besar, mengingat pentingnya tenaga kesehatan yang kompeten dan tersebar merata di seluruh Kalsel.
Tantangan dan Langkah Selanjutnya
BKOM Kalsel menyadari pentingnya pengembangan SDM di bidang kesehatan olahraga. Keberadaan tenaga kesehatan yang kompeten dan tersebar merata di seluruh wilayah Kalsel sangat krusial. Pelatihan ini diharapkan akan menciptakan masyarakat yang sehat, bugar, dan produktif, serta mendukung keberhasilan program kesehatan olahraga secara keseluruhan.
Sebagai langkah selanjutnya, BKOM Kalsel akan terus memantau dan mengevaluasi program ini untuk memastikan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi jamaah haji Kalsel. Harapannya, upaya ini akan berkontribusi pada terwujudnya 'zero' kematian jamaah haji dari Kalimantan Selatan.
Dengan komitmen dan upaya yang dilakukan, BKOM Kalsel berupaya memastikan setiap jamaah haji dari Kalimantan Selatan dapat menjalankan ibadah haji dengan sehat dan bugar, sehingga dapat menunaikan rukun Islam yang kelima dengan khusyuk dan penuh keberkahan. Program ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya.