Darmawan Junaidi Kembali Nahkodai Bank Mandiri, Catatkan Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah
RUPST Bank Mandiri menunjuk kembali Darmawan Junaidi sebagai Direktur Utama, menandai keberhasilannya memimpin bank melewati pandemi dan mencetak laba tertinggi sepanjang sejarah.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) untuk Tahun Buku 2024 telah mengumumkan susunan kepengurusan terbaru. Darmawan Junaidi kembali terpilih sebagai Direktur Utama, sebuah pencapaian signifikan mengingat tahun ini menandai 25 tahun pengabdiannya di Bank Mandiri. Ia telah melewati berbagai posisi penting, mulai dari Treasury Dealer hingga memimpin Bank Mandiri melewati tantangan pandemi COVID-19.
Siapa Darmawan Junaidi? Ia adalah seorang profesional perbankan berpengalaman yang telah berkarier di Bank Mandiri sejak merger pada Juni 1999. Perjalanan kariernya dimulai sebagai Treasury Dealer, kemudian meniti tangga jabatan hingga menjadi Direktur Utama. Kapan dan bagaimana ia mencapai posisi puncak ini? Setelah melalui berbagai posisi strategis, termasuk di PT Semen Indonesia, ia kembali ke Bank Mandiri dan akhirnya terpilih sebagai Direktur Utama pada Oktober 2020.
Mengapa Darmawan Junaidi kembali dipercaya? Kepemimpinannya terbukti mampu membawa Bank Mandiri melewati masa sulit pandemi COVID-19 dan mencapai kinerja keuangan yang sangat mengesankan. Di bawah kepemimpinannya, Bank Mandiri mencatatkan laba bersih yang terus meningkat setiap tahunnya, bahkan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada tahun 2024.
Perjalanan Karier Darmawan Junaidi di Bank Mandiri
Darmawan Junaidi memulai kariernya di Bank Mandiri sebagai Treasury Dealer pada Juni 1999. Selama hampir 10 tahun, ia mengasah kemampuannya di bidang treasury. Kemudian, ia dipromosikan menjadi Vice President Treasury pada Februari 2009, dan selanjutnya menjadi SVP (Senior Vice President) Treasury pada Januari 2012. Pengalamannya semakin lengkap dengan perannya sebagai Regional CEO Bali & Nusa Tenggara (Januari 2015-Januari 2016) dan Head of Treasury Group (Mei 2016-Oktober 2016).
Setelah periode singkat di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebagai Direktur Keuangan dan Plt Direktur Utama (Mei 2017-Agustus 2017), Darmawan kembali ke Bank Mandiri pada pertengahan 2017 sebagai Direktur Treasury. Ia kemudian menjabat sebagai Direktur Treasury, International Banking, and Special Asset Management pada tahun 2018. Puncak kariernya diraih pada Oktober 2020, ketika ia terpilih sebagai Direktur Utama Bank Mandiri.
Selama masa kepemimpinannya, Bank Mandiri menghadapi tantangan besar berupa pandemi COVID-19. Meskipun laba bersih sempat anjlok pada tahun 2020, Bank Mandiri berhasil bangkit dan mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan pada tahun-tahun berikutnya. "Sepanjang tahun 2021, Bank Mandiri telah secara aktif mengimplementasikan transformasi digital untuk mencapai strategi jangka panjang dan menghasilkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan," ujar Darmawan.
Kepemimpinan di Tengah Pandemi dan Prestasi yang Mengesankan
Tahun 2020 menjadi ujian berat bagi Darmawan dan Bank Mandiri. Pandemi COVID-19 berdampak signifikan pada kinerja keuangan, dengan laba bersih anjlok hingga 37,7 persen. Namun, di bawah kepemimpinannya, Bank Mandiri mampu melakukan pemulihan yang luar biasa. Pada tahun 2021, laba bersih tumbuh 66,8 persen, dan terus meningkat hingga mencapai rekor Rp55,1 triliun pada tahun 2023.
Kinerja positif ini tidak lepas dari strategi yang diterapkan, termasuk transformasi digital dan fokus pada kualitas kredit. "Kinerja yang solid ini tak terlepas dari kondisi makroekonomi yang membaik, didukung oleh kebijakan strategis pemerintah dan regulator dalam menjaga stabilitas perekonomian," kata Darmawan. Bahkan, Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi atas kinerja Bank Mandiri di bawah kepemimpinan Darmawan.
Tahun 2024 menandai puncak kesuksesan Bank Mandiri di bawah kepemimpinan Darmawan. Bank Mandiri mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp55,8 triliun, naik 1,31 persen secara year on year (yoy). Realisasi kredit juga meningkat sebesar 19,5 persen yoy, mencapai Rp1.670,55 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 7,73 persen yoy, mencapai Rp1.699 triliun.
RUPST 2024 dan Kepercayaan Terhadap Darmawan Junaidi
Dalam RUPST 2024, pemegang saham kembali memberikan kepercayaan penuh kepada Darmawan Junaidi untuk memimpin Bank Mandiri. Selain penetapan kembali Darmawan sebagai Direktur Utama, RUPST juga menyetujui perubahan Wakil Direktur Utama dari Alexandra Askandar menjadi Riduan. Rapat juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp43,5 triliun dan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp1,17 triliun.
Kinerja Bank Mandiri yang positif sepanjang tahun 2024 semakin memperkuat posisi Darmawan sebagai pemimpin yang handal dan berpengalaman. Kepemimpinannya yang terbukti mampu membawa Bank Mandiri melewati masa-masa sulit dan mencapai puncak kesuksesan menjadi alasan utama di balik kepercayaan pemegang saham untuk kembali menunjuknya sebagai Direktur Utama.
Dengan pengalaman dan prestasi yang telah diraih, Darmawan Junaidi siap memimpin Bank Mandiri untuk menghadapi tantangan di masa depan dan terus menorehkan prestasi gemilang.