Demo Tolak RUU TNI, Jalan Gatot Subroto Depan DPR Ditutup Sementara
Penutupan Jalan Gatot Subroto arah Grogol terjadi akibat demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat yang menolak RUU TNI di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta.

Jalan Gatot Subroto, arteri utama Jakarta, ditutup sementara pada Kamis, 20 Maret 2023, di depan Gedung DPR/MPR. Penutupan jalur arah Grogol ini disebabkan oleh demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan elemen masyarakat yang menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Aksi ini bermula dari orasi di bahu jalan, namun kemudian meluas hingga menutup akses jalan utama.
Massa aksi yang terus bertambah jumlahnya melakukan orasi di depan Gedung MPR/DPR RI. Kepolisian pun melakukan pengalihan arus lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi kemacetan dan memastikan keamanan dan ketertiban umum. Meskipun Jalan Gatot Subroto arah Grogol ditutup, arus lalu lintas di Jalan Tol Dalam Kota dan Jalan Gatot Subroto arah Cawang dilaporkan masih lancar.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa penutupan jalan bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan perkembangan di lapangan. Pihak kepolisian menekankan tindakan persuasif dan humanis dalam menangani demonstrasi, menghindari provokasi, dan mengedepankan negosiasi. Keamanan dan keselamatan peserta aksi dan pengguna jalan lainnya menjadi prioritas utama.
Penutupan Jalan dan Imbauan Kepolisian
Penutupan Jalan Gatot Subroto arah Grogol menimbulkan dampak terhadap lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR. Kepolisian mengimbau para pengemudi untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan. Petugas kepolisian tampak berjaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan keamanan.
Selain penutupan jalan, pihak kepolisian juga memberikan imbauan kepada para orator dan koordinator lapangan (korlap) agar menyampaikan aspirasinya dengan santun dan tidak melakukan provokasi. "Hormati dan hargai pengguna jalan yang lain yang akan melintas di sekitaran Gedung DPR RI," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Pengamanan demonstrasi melibatkan personel kepolisian dalam jumlah yang cukup besar untuk memastikan aksi berjalan tertib dan aman. Kepolisian berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum, serta memastikan hak-hak demonstrasi tetap dihormati.
Dinamika Demonstrasi dan Tuntutan Massa
Demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan elemen masyarakat ini menentang beberapa poin dalam RUU TNI yang dianggap berpotensi mengurangi pengawasan sipil terhadap militer. Para demonstran menyampaikan berbagai tuntutan, termasuk mendesak pemerintah untuk meninjau kembali pasal-pasal yang dianggap kontroversial dalam RUU tersebut.
Suasana demonstrasi terpantau kondusif, meskipun jumlah massa terus bertambah. Para demonstran terlihat membawa berbagai atribut, seperti spanduk dan poster yang berisi tuntutan mereka. Mereka juga melakukan orasi secara bergantian untuk menyampaikan aspirasi dan pandangan mereka terkait RUU TNI.
Kehadiran aparat kepolisian dalam pengamanan demonstrasi bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Pihak kepolisian berupaya untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum.
Situasi Terkini dan Antisipasi Kemacetan
Hingga saat ini, situasi di sekitar Gedung DPR/MPR masih terus dipantau oleh pihak kepolisian. Penutupan Jalan Gatot Subroto arah Grogol masih diberlakukan, dan belum diketahui sampai kapan penutupan tersebut akan berlangsung. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap memantau perkembangan situasi dan mencari informasi terkini melalui media resmi.
Bagi pengguna jalan yang hendak melintas di sekitar Gedung DPR/MPR, disarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan. Pemantauan arus lalu lintas terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengantisipasi dan mengatasi potensi kemacetan yang mungkin terjadi.
Situasi demonstrasi dan penutupan jalan ini menjadi perhatian publik, mengingat Jalan Gatot Subroto merupakan salah satu jalan utama di Jakarta. Kepolisian berharap demonstrasi dapat berjalan dengan tertib dan lancar, tanpa menimbulkan gangguan yang signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
Semoga situasi dapat kembali normal dan arus lalu lintas lancar kembali dalam waktu dekat. Pihak berwenang terus berupaya untuk mengatasi dampak penutupan jalan dan memastikan keamanan serta kenyamanan masyarakat.