1.824 Personel Gabungan Amankan Demo Tolak UU TNI di DPR RI
Sebanyak 1.824 personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan instansi terkait mengamankan aksi demonstrasi penolakan Undang-undang TNI di depan Gedung DPR RI.

Aksi demonstrasi penolakan Undang-undang TNI di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada Kamis siang, 27 Maret 2023, dijaga ketat oleh 1.824 personel gabungan. Personel tersebut terdiri dari kepolisian, TNI, Pemerintah Daerah DKI Jakarta, dan instansi terkait. Pengamanan dilakukan untuk mencegah massa aksi memasuki Gedung DPR RI dan menjaga ketertiban umum.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, menyatakan bahwa penempatan personel di sejumlah titik sekitar Gedung DPR RI merupakan strategi untuk mengamankan jalannya demonstrasi. "1.824 personel untuk pengamanan di DPR," ujar Susatyo dalam keterangannya. Beliau juga menekankan pentingnya pengalihan arus lalu lintas yang bersifat situasional, disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.
Selain mengamankan lokasi demonstrasi, pihak kepolisian juga mengimbau seluruh personel untuk bertindak persuasif, menghindari provokasi, mengedepankan negosiasi, dan memberikan pelayanan yang humanis. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan baik para demonstran maupun masyarakat umum. Kepolisian juga berharap para koordinator lapangan dan orator menyampaikan aspirasinya dengan santun dan tidak memprovokasi massa.
Pengamanan Demo Tolak UU TNI: Strategi dan Imbauan
Polisi menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas tidak membawa senjata api. Hal ini menunjukkan komitmen kepolisian untuk menghargai hak menyampaikan pendapat di muka umum. "Hormati dan hargai pengguna jalan yang lain yang akan melintas di sekitaran Gedung DPR RI," imbau Susatyo. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya demonstrasi.
Dalam mengamankan demonstrasi ini, pihak berwenang juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum. Pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan dengan perkembangan demonstrasi di lapangan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir dampak demonstrasi terhadap aktivitas masyarakat umum.
Kepolisian menekankan pentingnya sikap persuasif dan humanis dalam penanganan demonstrasi. Mereka mengimbau para demonstran untuk menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan damai, menghormati hak-hak pengguna jalan lain, serta tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu ketertiban umum. Pihak kepolisian siap memfasilitasi penyampaian aspirasi tersebut dengan cara yang aman dan tertib.
Tuntutan Demonstran dan Situasi di Lapangan
Berdasarkan selebaran yang beredar di media sosial, aksi demonstrasi yang bertajuk 'Jakarta Melawan' ini menuntut penolakan terhadap militerisme, perlawanan terhadap kapitalisme, dan penggulingan oligarki. Selain itu, para demonstran juga menuntut pencabutan UU TNI yang baru disahkan dan penolakan terhadap RUU Polri. Aksi ini direncanakan dimulai pukul 13.30 WIB.
Dengan jumlah personel yang signifikan, pihak kepolisian berharap dapat mengamankan jalannya demonstrasi dengan baik dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Prioritas utama adalah menjaga keamanan dan ketertiban umum, serta memastikan agar demonstrasi berjalan dengan tertib dan damai. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran pengamanan.
Situasi di lapangan akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Pihak kepolisian siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan situasi dan menjaga keamanan serta ketertiban umum. Mereka berkomitmen untuk memastikan agar demonstrasi ini berjalan dengan aman dan tertib.
Semoga demonstrasi ini dapat berjalan dengan lancar dan tertib, dan aspirasi para demonstran dapat tersampaikan dengan baik. Kepolisian akan terus berupaya untuk menciptakan suasana yang kondusif dan aman bagi semua pihak.