Dishub Lampung Siagakan Petugas di Perlintasan Kereta Tak Terjaga Antisipasi Arus Balik Lebaran 2025
Dishub Lampung berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk menyiagakan petugas di perlintasan kereta api tanpa penjaga selama arus balik Lebaran 2025 guna mencegah kecelakaan dan pelemparan batu.

Bandarlampung, 3 April 2025 (ANTARA) - Menjelang arus balik Lebaran 2025, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung mengambil langkah antisipatif untuk mencegah kecelakaan di perlintasan kereta api. Langkah ini difokuskan pada perlintasan sebidang yang tidak dijaga, dengan menyiagakan petugas tambahan di berbagai kabupaten dan kota di Lampung.
Kepala Dishub Lampung, Bambang Sumbogo, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mengamankan arus balik Lebaran. "Mengenai persiapan arus balik Lebaran ini hampir serupa dengan persiapan pada arus mudik. Kalau untuk transportasi kereta api kemarin dari KAI sudah ada surat tentang pengamanan perlintasan kereta api sebidang yang tidak dijaga," ujar Bambang di Bandarlampung, Kamis.
Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Dishub kabupaten/kota untuk memastikan ketersediaan petugas di lokasi-lokasi rawan. Penambahan petugas ini merupakan upaya preventif untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang melibatkan kendaraan dan kereta api di perlintasan tanpa penjaga.
Pengamanan Perlintasan dan Pencegahan Pelemparan Batu
Dishub Lampung menyadari pentingnya keamanan dan keselamatan pengguna transportasi kereta api selama arus balik Lebaran. Oleh karena itu, selain penambahan petugas di perlintasan sebidang yang tidak dijaga, upaya lain juga dilakukan untuk mencegah insiden yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan di kabupaten serta kota agar ikut fokus di sana dan ada tambahan petugas jaga dari Dinas Perhubungan di perlintasan kereta api sebidang yang tidak dijaga," jelas Bambang. Penambahan petugas ini bertujuan untuk mengawasi perlintasan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, Dishub Lampung juga bekerja sama dengan KAI dalam memetakan dan mengantisipasi titik-titik rawan pelemparan batu ke kereta api. Ini merupakan masalah yang sering terjadi dan dapat membahayakan keselamatan penumpang kereta api.
"Kemudian untuk menjaga kenyamanan pengguna transportasi kereta api, kami bersama KAI juga telah memetakan serta mengantisipasi titik rawan pelemparan batu," tambah Bambang. Upaya ini menunjukkan komitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna transportasi kereta api.
Edukasi dan Sosialisasi kepada Masyarakat
Sebagai bagian dari strategi keamanan, Dishub Lampung juga gencar melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar jalur kereta api, khususnya di titik-titik rawan pelemparan batu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya pelemparan batu dan pentingnya menjaga keselamatan bersama.
Sosialisasi ini diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat dan mencegah terjadinya pelemparan batu di masa mendatang. Dengan demikian, perjalanan kereta api dapat berjalan lancar dan aman tanpa gangguan.
"Pihaknya juga telah melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di titik rawan pelemparan batu di sepanjang jalur kereta api. Harapannya semua bisa aman dan perjalanan arus balik para pengguna transportasi kereta api dan berbagai transportasi lain bisa lancar," pungkas Bambang Sumbogo.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Dishub Lampung berupaya memastikan arus balik Lebaran 2025 berjalan lancar dan aman bagi seluruh pengguna transportasi, khususnya pengguna kereta api. Kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik antara Dishub Provinsi Lampung dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keselamatan dan keamanan selama periode arus balik Lebaran.