Diskominfo Kulon Progo Tertibkan Tiang Optik Liar: Bahaya Bagi Pengguna Jalan
Dinas Kominfo Kulon Progo menertibkan tiang fiber optik liar di Kalurahan Bendungan yang membahayakan pengguna jalan dan telah dua kali menyebabkan kecelakaan.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Pada Kamis di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kulon Progo menertibkan tiang fiber optik liar yang membahayakan pengguna jalan di Kalurahan Bendungan. Penertiban dilakukan karena tiang tersebut tidak bertuan, mengganggu aktivitas warga, dan telah dua kali menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Pemotongan tiang dilakukan setelah upaya koordinasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tidak membuahkan hasil.
Kepala Diskominfo Kulon Progo, Agung Kurniawan, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga. Keberadaan tiang fiber optik yang miring dan berada sangat dekat dengan jalan raya menimbulkan risiko kecelakaan yang nyata bagi pengguna jalan, baik pengendara kendaraan bermotor maupun pejalan kaki. Penertiban ini juga didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 4 Tahun 2013 tentang Tertib Lalu Lintas dan Jalan.
Penertiban tiang fiber optik tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Kepolisian Sektor Wates. Kerjasama antar instansi ini menunjukkan komitmen Pemkab Kulon Progo dalam menjaga keselamatan dan ketertiban umum di wilayahnya. Langkah tegas ini diambil setelah berbagai upaya persuasif, termasuk koordinasi dengan APJII, gagal menghasilkan solusi.
Tiang Fiber Optik Liar di Kalurahan Bendungan: Ancaman bagi Keselamatan
Ketua RT 34 Dusun Klopo Sepuluh, Yanu, memberikan kesaksian mengenai dampak keberadaan tiang fiber optik tersebut. Ia menyatakan bahwa telah terjadi dua kali kecelakaan yang melibatkan tiang tersebut. Truk material dan truk muatan hebel dilaporkan telah menyenggol tiang yang posisinya hanya 10 sentimeter dari aspal jalan. Kondisi tiang yang semakin miring akibat benturan tersebut semakin meningkatkan risiko kecelakaan.
Menurut Yanu, warga sekitar merasa resah dengan kondisi tersebut. Keberadaan tiang yang memakan bahu jalan juga mengganggu aktivitas pejalan kaki. Laporan warga ke Diskominfo Kulon Progo menjadi pemicu tindakan penertiban yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Kondisi tiang yang rusak dan miring juga terlihat jelas, menambah keprihatinan warga atas potensi bahaya yang ditimbulkan.
Dengan jarak yang sangat dekat dengan jalan raya, tiang tersebut jelas-jelas membahayakan pengguna jalan. Kondisi ini diperparah oleh posisi tiang yang miring, sehingga mudah tersenggol kendaraan yang melintas. Kejadian kecelakaan yang telah terjadi dua kali menjadi bukti nyata akan bahaya yang ditimbulkan oleh tiang fiber optik tersebut.
Pemotongan tiang fiber optik ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menanggapi keluhan warga dan memastikan keselamatan pengguna jalan. Langkah cepat dan tegas ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.
Langkah Tegas Pemkab Kulon Progo: Prioritas Keselamatan Jalan Raya
Pemkab Kulon Progo mengambil langkah tegas dengan menertibkan tiang fiber optik liar tersebut setelah upaya koordinasi dengan APJII tidak membuahkan hasil. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Kulon Progo dalam menjaga ketertiban dan keselamatan di wilayahnya. Penertiban dilakukan berdasarkan peraturan daerah yang berlaku, dan melibatkan berbagai instansi terkait.
Meskipun penertiban tiang fiber optik ini mungkin menimbulkan sedikit ketidaknyamanan sementara, namun langkah ini sangat penting untuk mencegah kecelakaan yang lebih serius di masa mendatang. Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama, dan Pemkab Kulon Progo telah menunjukkan komitmennya dalam hal ini. Kerjasama antar instansi terkait juga menunjukkan sinergi yang baik dalam menyelesaikan permasalahan ini.
Kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait, terutama dalam hal penempatan dan perawatan infrastruktur telekomunikasi. Perlu adanya koordinasi yang lebih baik dan pengawasan yang ketat untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Dengan demikian, keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dapat terjamin.
Langkah penertiban ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menangani masalah serupa. Koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Prioritas utama tetaplah keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Pemotongan tiang fiber optik yang membahayakan pengguna jalan di Kalurahan Bendungan, Kulon Progo, merupakan bukti nyata komitmen Pemkab Kulon Progo dalam menjaga ketertiban dan keselamatan publik. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan keselamatan pengguna jalan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.