DPR Apresiasi Kemenparekraf Selamatkan Industri Event Bali yang Terdampak Efisiensi Anggaran
Komisi VII DPR RI mengapresiasi langkah cepat Kemenparekraf dalam menyelamatkan industri event di Bali yang terdampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan untuk sektor ini.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) atas respons cepat mereka dalam menangani dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah terhadap industri event di Bali. Kebijakan efisiensi tersebut telah menimbulkan kesulitan bagi pelaku usaha dan tenaga kerja di sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions), yang merupakan bagian integral dari perekonomian Bali.
Chusnunia menekankan pentingnya industri event bagi perekonomian Bali, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ia menyatakan, "Industri event merupakan bagian integral dari ekosistem pariwisata Bali yang memberikan dampak ekonomi besar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Langkah pemerintah dalam mendengarkan aspirasi para pelaku industri dan mencari jalan keluar yang konkret sangat kami apresiasi. Sektor ini tidak hanya mendukung pariwisata, tetapi juga memberikan lapangan kerja bagi ribuan orang." Apresiasi ini disampaikan mengingat dampak signifikan kebijakan efisiensi anggaran terhadap lapangan kerja dan perekonomian daerah.
Langkah Kemenparekraf dalam membuka dialog dengan para pemangku kepentingan dinilai sebagai respons yang positif dan perlu dipertahankan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mencari solusi berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi industri event di Bali. Komisi VII DPR RI berharap solusi yang dihasilkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan fondasi yang kuat untuk masa depan industri ini.
Dukungan Berkelanjutan untuk Industri Event Bali
Chusnunia Chalim juga mendorong adanya mekanisme dukungan khusus bagi industri kreatif dan event organizer yang terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Dukungan tersebut dapat berupa insentif fiskal dan kemudahan akses pembiayaan untuk membantu mereka bertahan dan pulih. Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan yang berpihak pada pekerja dan pelaku usaha di sektor ini.
Lebih lanjut, ia menambahkan, "Saya tentu mendukung kebijakan yang berpihak kepada pekerja dan pelaku usaha, termasuk memperjuangkan anggaran yang lebih fleksibel untuk mendukung industri ini." Pernyataan ini menunjukkan dukungan nyata dari DPR terhadap upaya penyelamatan industri event Bali.
Anggota Komisi VII DPR RI ini berharap solusi yang dirumuskan pemerintah tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu membangun ekosistem yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Digitalisasi, diversifikasi acara, dan kolaborasi dengan sektor swasta dianggap sebagai strategi kunci untuk memastikan daya saing industri event Bali di masa mendatang.
Pemantauan dan Kolaborasi untuk Masa Depan
Sebagai bentuk komitmen, Chusnunia menyatakan bahwa Komisi VII DPR RI akan terus memantau perkembangan kebijakan yang berkaitan dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dalam merumuskan solusi terbaik bagi industri event di Bali.
Ia juga menambahkan, 'Digitalisasi, diversifikasi acara, dan kolaborasi dengan sektor swasta, saya kira dapat menjadi langkah strategis untuk memastikan industri ini tetap berdaya saing,' menunjukkan pentingnya inovasi dan kerjasama untuk keberlanjutan industri ini.
Chusnunia menutup pernyataan dengan seruan untuk menjaga keberlanjutan industri event di Bali sebagai salah satu pilar utama ekonomi kreatif Indonesia. Hal ini menunjukkan pentingnya peran industri event dalam perekonomian nasional.
Dengan adanya komitmen dari DPR dan Kemenparekraf, diharapkan industri event di Bali dapat bangkit kembali dan terus berkontribusi pada perekonomian Indonesia.