DPRD Jatim Janji Sampaikan Aspirasi Penolakan Investasi dan Kenaikan Harga Gas Melon
Dua anggota DPRD Jatim, Yordan M Bataragoa dan Fuad Bernardi, menemui pengunjuk rasa di Surabaya dan berjanji menyampaikan aspirasi penolakan investasi dan kenaikan harga gas melon serta bahan pokok lainnya kepada pemerintah pusat.

Surabaya, 21 Februari 2024 - Aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Timur di Surabaya pada Jumat lalu menyuarakan penolakan terhadap beberapa kebijakan pemerintah. Dua anggota DPRD Jatim, Yordan M Bataragoa dan Fuad Bernardi, langsung menemui para pengunjuk rasa dan berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka. Aksi ini menyorot keresahan masyarakat terhadap dampak kebijakan pemerintah, khususnya terkait investasi, kenaikan harga gas melon, dan potensi kenaikan harga bahan pokok lainnya.
Yordan M Bataragoa, salah satu anggota DPRD yang hadir, menyatakan telah mendengarkan aspirasi para demonstran. Ia menekankan bahwa sebagian besar tuntutan yang disampaikan berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat, sehingga perlu disampaikan langsung ke pemerintah pusat untuk mendapatkan respons dan solusi yang tepat. "Kami telah mengikuti perkembangan aksi ini dari jarak dekat. Aspirasi para demonstran telah kami dengar, terutama terkait penolakan investasi dan kebijakan-kebijakan yang berdampak pada kenaikan harga gas melon dan wacana kenaikan harga bahan pokok lainnya," ujar Yordan.
Meskipun kewenangan DPRD Provinsi terbatas, Yordan menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada kebijakan yang merugikan rakyat Jawa Timur. "Sebagai DPRD Provinsi, kewenangan kami terbatas. Meskipun demikian, kami akan berupaya keras memastikan tidak ada kebijakan yang merugikan rakyat Jawa Timur. Kami berjanji akan memperjuangkan agar masyarakat tidak menjadi korban implementasi kebijakan yang tidak tepat," tambahnya. Komitmen ini menunjukkan keseriusan DPRD Jatim dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Tanggapan Anggota Komisi C DPRD Jatim
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Bernardi, juga turut menemui para pengunjuk rasa. Ia mengakui belum sepenuhnya memahami detail semua tuntutan yang disampaikan. "Saya tidak mendengar secara detail semua permintaan mereka. Namun, seperti yang disampaikan Pak Yordan, banyak tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat," kata Fuad. Meskipun demikian, ia menegaskan akan menampung semua aspirasi dan menyampaikannya kepada pemerintah pusat untuk dipertimbangkan.
Fuad juga mengamati adanya kesamaan antara aksi unjuk rasa kali ini dengan aksi sebelumnya, namun dengan tambahan tuntutan terkait masalah investasi dan pertambangan. Hal ini menunjukkan adanya isu berkelanjutan yang perlu ditangani secara serius oleh pemerintah. "Aksi kali ini mirip dengan aksi sebelumnya, namun ada tambahan tuntutan terkait masalah investasi dan pertambangan. Kami akan mempelajari tuntutan tersebut secara detail untuk memastikan tidak ada kebijakan yang merugikan masyarakat dan lingkungan," jelasnya.
Fuad menekankan pentingnya pengawasan terhadap investasi yang masuk ke Jawa Timur agar benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat. "Penting untuk memastikan agar investasi yang masuk ke Jawa Timur benar-benar menguntungkan rakyat," tegas Fuad. Pernyataan ini menunjukkan perhatian terhadap dampak sosial dan ekonomi dari kebijakan investasi.
Para demonstran menyuarakan beberapa poin penting, antara lain:
- Penolakan terhadap investasi yang dinilai merugikan masyarakat dan lingkungan.
- Penurunan harga gas melon.
- Pencegahan kenaikan harga bahan pokok.
Pertemuan antara anggota DPRD Jatim dan pengunjuk rasa ini menjadi bukti nyata dari upaya wakil rakyat dalam memperjuangkan aspirasi konstituennya. Semoga aspirasi masyarakat Jawa Timur dapat didengar dan ditindaklanjuti dengan baik oleh pemerintah pusat.