Evakuasi Darurat di Yahukimo: Bupati Yahuli Upayakan Penyelamatan Warga Sipil Pasca Serangan KKB
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, kerahkan tim evakuasi untuk menyelamatkan warga sipil dan jenazah guru yang menjadi korban serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk.

Tragedi di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, telah mengguncang Indonesia. Pada Minggu, 23 Maret 2024, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melancarkan serangan brutal yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, termasuk guru-guru kontrak yang tengah bertugas mencerdaskan anak bangsa. Serangan ini terjadi di Distrik Anggruk, yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah yang damai. Akibatnya, Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, langsung bergerak cepat dengan mengerahkan tim evakuasi untuk menyelamatkan warga sipil dan mengevakuasi jenazah para korban.
Upaya evakuasi saat ini tengah berlangsung. Bupati Didimus Yahuli menyatakan bahwa tim evakuasi telah diberangkatkan menuju Distrik Anggruk. Ia berharap kondisi cuaca mendukung agar proses evakuasi dapat berjalan lancar. "Hari ini tim sudah diberangkatkan ke Anggruk dan berharap cuaca dalam kondisi baik sehingga dapat mendarat di wilayah tersebut," ujar Bupati Didimus Yahuli kepada ANTARA. Keberhasilan evakuasi ini sangat penting untuk memastikan jumlah pasti korban jiwa dan memberikan bantuan kepada para penyintas.
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam. Bupati Didimus Yahuli menyampaikan rasa sayangnya atas aksi kekerasan yang menimpa para guru yang tengah berjuang dalam program 'Yahukimo cerdas'. Beliau menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini dan meminta aparat keamanan untuk segera mengidentifikasi pelaku penyerangan. "Apalagi kawasan Anggruk selama ini damai tanpa gangguan sehingga ke depan ia akan meminta TNI-Polri membangun pos di kawasan itu." tambahnya. Pemerintah Kabupaten Yahukimo juga telah mengevakuasi guru dan tenaga medis dari distrik-distrik sekitar Anggruk untuk menghindari potensi ancaman lebih lanjut.
Evakuasi dan Investigasi Kasus KKB di Yahukimo
Proses evakuasi korban dan warga sipil dari Distrik Anggruk membutuhkan waktu dan upaya yang signifikan. Jarak tempuh dari Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, ke Anggruk membutuhkan waktu sekitar 30 menit menggunakan pesawat kecil. Kondisi geografis yang menantang dan keterbatasan aksesibilitas menambah kompleksitas operasi evakuasi ini. Pemerintah Kabupaten Yahukimo bekerja sama dengan aparat keamanan untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran proses evakuasi.
Selain evakuasi, penyelidikan terhadap pelaku penyerangan juga menjadi prioritas utama. Bupati Didimus Yahuli menekankan pentingnya mengusut tuntas kasus ini dan meminta aparat penegak hukum untuk segera mengungkap identitas pelaku serta motif di balik serangan tersebut. "Ia juga belum dapat memastikan kelompok mana yang melakukan penyerangan karena aparat keamanan masih menyelidikinya," kata Didimus. Proses investigasi ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Sebagai langkah antisipasi, Bupati Didimus Yahuli berencana meminta TNI-Polri untuk membangun pos keamanan di Distrik Anggruk. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan mencegah terjadinya serangan serupa di masa depan. Kehadiran pos keamanan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga sipil dan mencegah gangguan keamanan di wilayah tersebut.
Langkah-langkah Antisipasi dan Pencegahan
Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga di wilayah tersebut. Selain evakuasi dan penyelidikan, upaya pencegahan juga menjadi fokus utama. Pemkab Yahukimo telah mengevakuasi para guru dan tenaga medis yang bertugas di sekitar Distrik Anggruk, termasuk di Distrik Heriyapini, Kosarek, Ubalihi, Nisikni, Walma, dan Distrik Kabiyanggama. Langkah ini diambil untuk melindungi mereka dari potensi ancaman keamanan.
Ke depan, peningkatan keamanan di wilayah tersebut akan menjadi prioritas utama. Dengan membangun pos keamanan di Distrik Anggruk, diharapkan dapat mencegah terjadinya serangan serupa dan memberikan rasa aman bagi warga. Kerja sama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Peristiwa di Distrik Anggruk ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di Papua Pegunungan. Upaya untuk mencegah kekerasan dan melindungi warga sipil harus terus ditingkatkan. Semoga proses evakuasi dan investigasi berjalan lancar dan keadilan dapat ditegakkan bagi para korban.
Pemerintah Kabupaten Yahukimo berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada para korban dan keluarga mereka. Bantuan dan dukungan akan terus diberikan untuk membantu mereka mengatasi trauma dan kerugian yang diderita.