Festival Sai Pahari Maluku: Potensi Wisata Budaya yang Menjanjikan
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, melihat Festival Hadrat Tapur dan Sai Pahari di Maluku Tengah sebagai potensi wisata budaya yang dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara, sekaligus memperkuat silaturahmi antar masyarakat.

Festival Hadrat Tapur dan Sai Pahari di Desa Tengah-Tengah, Maluku Tengah, telah menarik perhatian Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Beliau melihat potensi besar festival ini untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya, mendatangkan wisatawan lokal maupun internasional ke Maluku. Festival yang unik ini diyakini mampu meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata.
Tradisi unik ini berlangsung setelah Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat setempat melantunkan syair-syair Islami sambil menabuh hadrat dan mendayung perahu bersama-sama. Aksi ini melambangkan semangat gotong royong yang kuat dalam komunitas mereka. Gubernur Lewerissa menekankan pentingnya pelestarian tradisi ini sebagai warisan budaya Indonesia yang berharga.
Lebih lanjut, Gubernur berharap agar Festival Hadrat Tapur dan Sai Pahari dapat menjadi media untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat di Maluku, khususnya di Negeri Tengah-Tengah. Beliau juga mendorong pengembangan tradisi ini agar dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
Potensi Wisata Budaya Maluku
Festival Sai Pahari, yang awalnya hanya diikuti oleh kelompok-kelompok tertentu, kini berkembang pesat dan diikuti oleh berbagai dusun dan kelompok masyarakat. Lomba dayung perahu ini, mirip dengan panggayo manggurebe yang umum di Maluku, melibatkan sepuluh orang dalam satu perahu yang berlomba mencapai garis finis tercepat. Gubernur Lewerissa melihat potensi besar dalam pengembangan tradisi ini.
Gubernur menekankan pentingnya pengembangan dan peningkatan kualitas tradisi dan budaya Maluku untuk menarik minat wisatawan. Hal ini sejalan dengan potensi wisata alam Maluku yang luar biasa, seperti keindahan laut, pantai, dan kekayaan biota laut. Kombinasi antara keindahan alam dan kekayaan budaya diharapkan dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Dengan mengoptimalkan potensi wisata budaya seperti Festival Sai Pahari, Maluku diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat. Gubernur berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut.
Pentingnya Pengembangan Potensi Lokal
Gubernur Lewerissa juga mendorong pengembangan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) di Maluku. Ia menekankan pentingnya kerja profesional dari seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota dan pemangku kepentingan terkait. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat Maluku secara berkelanjutan.
Pengembangan potensi wisata budaya, seperti Festival Sai Pahari, tidak hanya berfokus pada aspek pariwisata semata, tetapi juga pada pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, tradisi ini tidak hanya menjadi atraksi wisata, tetapi juga sebagai perekat sosial dan sumber penghidupan bagi masyarakat setempat.
Melalui pengembangan yang terencana dan terintegrasi, Festival Sai Pahari diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Maluku dan meningkatkan citra Maluku sebagai destinasi wisata budaya yang menarik di kancah nasional maupun internasional. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
Dengan demikian, Festival Sai Pahari tidak hanya sekadar perlombaan dayung perahu, tetapi juga representasi dari kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Maluku yang perlu dilestarikan dan dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat Maluku.