Gubernur Kalsel Prioritaskan Pembangunan Jembatan Batulicin-Pulau Laut: Konektivitas dan Perekonomian Jadi Fokus
Gubernur Kalimantan Selatan memprioritaskan pembangunan Jembatan Batulicin-Pulau Laut, stadion internasional, dan jalan poros tengah dalam RPJMD 2025-2029 untuk meningkatkan konektivitas dan perekonomian daerah.

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhidin, telah menetapkan tiga proyek infrastruktur prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalsel periode 2025-2029. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan Jembatan Batulicin-Pulau Laut, stadion internasional, dan jalan poros tengah. Keputusan ini diambil untuk meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan.
Pembangunan Jembatan Batulicin-Pulau Laut, yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru, menjadi fokus utama. Jembatan sepanjang 3,75 kilometer ini diharapkan dapat mempermudah akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Kalsel. Gubernur Muhidin menekankan pentingnya penyelesaian proyek ini, dengan menyatakan, "Tiga program prioritas tersebut harus dilaksanakan."
Selain jembatan, pembangunan stadion internasional bertujuan untuk meningkatkan prestasi atlet Kalsel dan memajukan sektor olahraga di provinsi ini. Sementara itu, pembangunan jalan poros tengah, yang dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Tapin, akan menghubungkan Lalan Binuang menuju Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), guna meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian di wilayah tersebut. Gubernur Muhidin menambahkan, "Tiga program prioritas harus diselesaikan karena setelah lebaran, kita bergerak terutama meninjau jalan poros tengah dan stadion internasional dilihat harga tanah dulu."
Jembatan Batulicin-Pulau Laut: Proyek Strategis Kalsel
Jembatan Batulicin-Pulau Laut merupakan proyek infrastruktur strategis yang membutuhkan anggaran yang cukup besar. Pemprov Kalsel telah mengalokasikan Rp200 miliar untuk pembangunan dari sisi Batulicin dan Rp300 miliar dari sisi Kotabaru pada tahun anggaran 2024. Pada tahun 2025, alokasi anggaran akan ditingkatkan menjadi Rp300 miliar dari Batulicin dan Rp450 miliar dari Kotabaru, sehingga total anggaran mencapai Rp1,2 triliun.
Namun, total anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek ini mencapai Rp5,9 triliun, sehingga masih terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp4,7 triliun. Meskipun awalnya ditargetkan selesai dalam dua tahun, perencanaan pembangunan jembatan diperkirakan akan memakan waktu tiga tahun mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan.
Setelah selesai, jembatan ini diharapkan dapat menjadi pelabuhan terbesar dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Proyek ini juga akan mempermudah akses menuju IKN, yang berdampak positif pada konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan.
Dukungan DPRD dan Kolaborasi Antar Pemerintah
Gubernur Muhidin juga meminta dukungan dari DPRD Provinsi Kalsel sebagai mitra kerja dalam mewujudkan visi-misi pembangunan Kalsel. Kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota juga dianggap penting untuk keberhasilan proyek-proyek prioritas ini.
Wakil Ketua DPRD Kalsel, H Kartoyo, memberikan apresiasi terhadap RPJMD Kalsel periode 2025-2029, namun juga menyoroti beberapa catatan untuk mendukung visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel. Hal ini menunjukkan pentingnya koordinasi dan sinergi antara pemerintah provinsi dan legislatif dalam pelaksanaan pembangunan.
Dengan dukungan dari berbagai pihak dan perencanaan yang matang, diharapkan proyek-proyek prioritas ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Proyek pembangunan infrastruktur ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan konektivitas dan aksesibilitas yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. Seluruh proyek ini direncanakan akan selesai pada tahun 2029.