Gubernur Rusdy Mastura Pamit, Warisan Prestasi dan Harapan untuk Sulteng
Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, pamit usai memimpin selama periode 2021-2025, meninggalkan warisan prestasi signifikan dan harapan besar untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintahan selanjutnya.

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura, resmi mengakhiri masa jabatannya pada 20 Februari 2025. Dalam apel terakhirnya bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di Palu, Selasa, 18 Februari 2025, ia menyampaikan permohonan maaf dan perpisahan. Masa kepemimpinan Rusdy Mastura bersama Wakil Gubernur Ma’mun Amir selama periode 2021-2025 ditandai dengan sejumlah pencapaian yang cukup signifikan bagi Provinsi Sulteng.
Prestasi Membanggakan di Tengah Kepemimpinan
Selama kepemimpinan Rusdy Mastura, Sulteng menorehkan berbagai prestasi membanggakan. Pemulihan pasca bencana 2018 berhasil dituntaskan. Angka kemiskinan menurun lebih dari 21 ribu jiwa. Inflasi terkendali di angka 0,02 persen. Pertumbuhan ekonomi Sulteng bahkan menempati peringkat kedua nasional. Proyek pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat senilai Rp368 miliar, murni dari APBD, juga berhasil diselesaikan. Layanan kesehatan, khususnya bedah jantung, kanker, dan saraf di RSUD Undata juga mengalami peningkatan. Namun, prestasi paling monumental adalah keberhasilan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hanya Rp900 miliar menjadi Rp2,2 triliun.
Keberhasilan ini menjadikan Sulteng sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang lebih mandiri secara finansial, mengurangi ketergantungan pada dana transfer daerah. Hal ini menunjukkan upaya nyata dalam mengelola keuangan daerah secara efektif dan efisien. Gubernur Rusdy Mastura menekankan pentingnya keberlanjutan upaya ini, menargetkan peningkatan PAD hingga Rp5 triliun di masa mendatang. Dengan PAD yang tinggi, Sulteng akan lebih mampu membangun daerahnya sendiri tanpa ketergantungan yang besar dari pemerintah pusat.
Pesan dan Harapan untuk Kepemimpinan Baru
Gubernur Rusdy Mastura menyampaikan harapannya agar pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Renny Lamadjido dapat melanjutkan dan meningkatkan capaian yang telah diraih. Ia secara khusus menekankan pentingnya peningkatan PAD sebagai prioritas utama. Menurutnya, kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan dalam mengelola anggaran dan memanfaatkan potensi daerah secara maksimal. Rusdy Mastura optimistis, dengan kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid yang memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni, target peningkatan PAD tersebut dapat tercapai.
Dalam sambutannya, ia juga mengajak seluruh ASN untuk tetap kompak dan mendukung penuh kepemimpinan baru. Ia mengingatkan akan potensi besar yang dimiliki Sulteng dan pentingnya kerjasama semua pihak untuk mengembangkan potensi tersebut. Semangat kebersamaan dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
Kesimpulan
Kepemimpinan Gubernur Rusdy Mastura di Sulteng meninggalkan warisan prestasi yang membanggakan. Peningkatan PAD menjadi salah satu pencapaian yang paling signifikan, menunjukkan keberhasilan dalam mengelola keuangan daerah dan mengurangi ketergantungan pada dana transfer. Pesan dan harapannya untuk pemerintahan baru menekankan pentingnya keberlanjutan upaya peningkatan PAD dan pemanfaatan potensi daerah secara optimal. Dengan kolaborasi dan kerja keras semua pihak, Sulteng diharapkan dapat terus berkembang dan maju.