Harga Pangan Normal Seminggu Setelah Lebaran 2025, Kata Menko Zulhas
Menko Pangan Zulkifli Hasan memastikan harga pangan akan kembali normal seminggu setelah Lebaran 2025, meskipun terjadi kenaikan harga menjelang Idul Fitri akibat libur distributor dan pedagang.

Jakarta, 31 Maret 2024 - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan kabar baik terkait harga pangan jelang Lebaran 2025. Ia optimistis harga komoditas pangan akan kembali normal dalam waktu satu minggu setelah perayaan Idul Fitri 1446 H.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas di Jakarta pada Senin, menanggapi kenaikan harga pangan yang terjadi saat ini. Zulhas menjelaskan bahwa kenaikan harga merupakan hal yang lumrah terjadi menjelang Lebaran, disebabkan banyaknya distributor dan pedagang yang mengambil cuti untuk merayakan hari raya. Kondisi ini menyebabkan terbatasnya pasokan di pasaran.
"Seminggu setelah Lebaran normal. Jangan kaget, hari ini bisa mahal barang. Tidak ada yang dagang sayur hari ini. Jadi kalau mau beli sayur susah, mahal pasti. Karena gak ada yang dagang, libur juga. Mungkin minyak goreng juga ya. Distribusinya kan pabrik juga libur," ujar Zulhas.
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran
Meskipun mengakui adanya kenaikan harga beberapa komoditas, Zulhas memastikan stok pangan tetap aman dan terkendali. Hal ini diperkuat oleh data yang diperoleh dari berbagai sumber. Pemerintah terus memantau dan mengantisipasi potensi gejolak harga.
"Stok aman, tersedia dan harga cukup terkendali," tegas Zulhas. Pernyataan ini memberikan jaminan kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan pangan selama Lebaran.
Keyakinan akan ketersediaan stok pangan juga didukung oleh data dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). KPPU telah melakukan survei di pasar modern dan tradisional di tujuh wilayah, yaitu Medan, Lampung, Bandung, Surabaya, Samarinda, Makassar, dan Yogyakarta.
Kenaikan Harga Cabai Rawit Paling Signifikan
Hasil survei KPPU menunjukkan bahwa stok komoditas pangan menjelang Lebaran 2025 aman. Namun, rata-rata harga komoditas mengalami kenaikan. Kenaikan harga paling signifikan terjadi pada cabai rawit.
Di Bandung, misalnya, harga cabai rawit di pasar tradisional mencapai Rp115.000 per kilogram, naik 53 persen. Kenaikan harga juga terjadi di pasar modern, dengan harga tertinggi tercatat di Samarinda, yaitu Rp167.450 per kilogram, disusul Bandung dan Yogyakarta.
KPPU memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan stok komoditas pangan untuk memastikan stabilitas harga di pasaran. Langkah ini diambil untuk melindungi konsumen dari potensi eksploitasi harga yang tidak wajar.
Pemerintah melalui berbagai kementerian terkait berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia, khususnya selama periode Lebaran. Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan harga tetap terjangkau.