Harga Kebutuhan Pokok Banyumas Stabil Pasca Lebaran 2025, Cabai Rawit Merah Turun Drastis
Harga kebutuhan pokok di Banyumas relatif stabil pasca Lebaran 2025, bahkan harga cabai rawit merah turun drastis setelah sempat melonjak tinggi, meskipun harga bawang merah masih tinggi.

Purwokerto, 4 April 2025 - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, menyatakan harga kebutuhan pokok masyarakat di berbagai pasar tradisional Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, relatif stabil selama dan setelah momentum Lebaran 2025. Kenaikan harga yang terjadi hanya sementara dan beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga. Hal ini terjadi di berbagai pasar tradisional, seperti Pasar Manis Purwokerto, dan melibatkan berbagai pedagang serta konsumen.
Gatot menjelaskan bahwa lonjakan harga beberapa kebutuhan pokok memang sempat terjadi selama Lebaran dan dua hari setelahnya, namun kemudian kembali turun. Lonjakan ini disebabkan oleh terbatasnya jumlah pedagang yang berjualan, sementara permintaan konsumen cukup tinggi. Meskipun demikian, Disperindag Banyumas optimistis harga-harga akan tetap stabil bahkan cenderung menurun dalam waktu dekat.
"Bahkan harga beberapa kebutuhan pokok masyarakat seperti aneka cabai cenderung turun," kata Gatot Eko Purwadi di Purwokerto, Jumat. Ia menambahkan, "Namun kami optimistis harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat di Banyumas tetap stabil dalam satu pekan ke depan, bahkan diharapkan bisa terus menurun hingga kembali normal."
Harga Bawang Merah Masih Tinggi, Cabai Rawit Merah Turun
Di Pasar Manis, Purwokerto, pedagang bernama Turinah mengungkapkan bahwa harga bawang merah masih relatif tinggi karena banyak distributor yang belum beroperasi. Harga eceran bawang merah mencapai Rp6.000 per ons, sedangkan harga grosir mencapai Rp55.000 per kilogram. Turinah menambahkan bahwa bawang merah yang dijualnya masih berukuran kecil, sementara yang berukuran besar belum tersedia.
Berbeda dengan bawang merah, harga cabai rawit merah justru mengalami penurunan signifikan setelah sempat melonjak hingga Rp140.000-Rp150.000 per kilogram selama dua hari setelah Lebaran. Saat ini, harga cabai rawit merah berkisar antara Rp60.000-Rp70.000 per kilogram. Penurunan harga ini disambut baik oleh para pedagang dan konsumen.
Pedagang lain, Tasirah, membenarkan bahwa harga kebutuhan pokok relatif stabil selama Lebaran 2025, meskipun masih tergolong tinggi. Ia juga membandingkan dengan Lebaran 2024, di mana lonjakan harga lebih tinggi dan berlangsung lebih lama. "Bahkan, lonjakan harga yang terjadi saat Lebaran tahun ini cepat turunnya, kalau tahun kemarin sampai satu minggu masih mahal," ujar Tasirah.
Stabilitas Harga dan Respon Pedagang
Anjar, seorang pedagang lainnya, mengamini penurunan harga cabai rawit merah sejak Jumat, 4 April 2025. Namun, ia mengakui kemungkinan masih ada pedagang yang menjual cabai rawit merah dengan harga tinggi karena sebelumnya telah membeli stok saat harga melonjak. Meskipun demikian, harga komoditas lain relatif stabil.
Sementara itu, Tanti, seorang ibu rumah tangga, merasakan stabilitas harga kebutuhan pokok selama Lebaran 2025. Ia mengakui harga masih relatif tinggi, tetapi tidak setinggi Lebaran 2024. Ia berharap harga-harga akan terus turun dan kembali normal atau setidaknya tetap stabil di harga yang wajar.
Secara keseluruhan, situasi pasar di Banyumas pasca Lebaran 2025 menunjukkan tren positif. Meskipun beberapa komoditas masih mengalami harga yang relatif tinggi, namun stabilitas harga dan penurunan harga beberapa komoditas seperti cabai rawit merah menunjukkan indikasi yang baik untuk perekonomian masyarakat Banyumas. Pemerintah daerah melalui Disperindag Banyumas terus memantau dan berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.