Harga Tiket Pesawat Lebaran 2025 Mahal, Gubernur Kepri Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyoroti lonjakan harga tiket pesawat jelang Lebaran 2025 dan mendesak pemerintah pusat untuk menetapkan batas harga tiket agar terjangkau masyarakat.

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, angkat bicara terkait keluhan masyarakat mengenai harga tiket pesawat yang melambung tinggi menjelang Lebaran 2025. Keluhan ini datang dari berbagai kalangan masyarakat Kepri yang merasa terbebani dengan harga tiket yang tidak wajar. Ansar berjanji akan menyampaikan permasalahan ini langsung ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk mencari solusi.
"Saya banyak mendengar keluhan dari masyarakat menyangkut tingginya harga tiket pesawat belakangan ini," ungkap Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Kamis. Ia menekankan pentingnya pengaturan harga tiket pesawat agar tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang hari raya besar seperti Idul Fitri. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi memicu inflasi di Kepri.
Ansar Ahmad menilai, lonjakan harga tiket pesawat ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah keterbatasan armada pesawat yang melayani rute penerbangan di Kepri, sementara permintaan tiket meningkat drastis menjelang Lebaran. Ia juga menduga bahwa maskapai penerbangan memanfaatkan momen Lebaran untuk menutup kerugian yang dialami saat musim sepi penumpang.
Harga Tiket Pesawat Melonjak Tajam
Gubernur Ansar meminta agar maskapai penerbangan tidak menaikkan harga tiket secara berlebihan. Ia berharap pemerintah pusat segera mengeluarkan kebijakan untuk menstabilkan harga tiket pesawat. "Umat Muslim tentu ingin merayakan mudik Lebaran dengan rasa gembira. Jangan sampai justru jadi gundah gulana karena harga tiket mahal,” tegas Ansar. Harapannya, kebijakan baru ini dapat memberikan solusi jangka pendek dan panjang terkait permasalahan ini.
Sementara itu, Rudy Sudrajat, Section Head of Airport Security & Service Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, membenarkan bahwa keterbatasan armada menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga tiket. Ia menjelaskan bahwa tiket ekonomi di Bandara RHF Tanjungpinang telah habis terjual sepekan sebelum Lebaran, memaksa sebagian pemudik untuk berangkat dari Bandara Hang Nadim Batam.
Rudy menambahkan bahwa saat ini hanya tiket kelas bisnis yang masih tersedia di Bandara RHF Tanjungpinang, yang dilayani oleh maskapai Garuda dan Batik Air. Kondisi ini tentu saja semakin memberatkan masyarakat yang ingin mudik ke kampung halaman.
Dampak Kenaikan Harga Tiket Terhadap Masyarakat
Berdasarkan pantauan penjualan tiket online resmi, harga tiket pesawat tujuan Tanjungpinang-Jakarta untuk kelas bisnis mencapai Rp6,1 juta per orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal yang berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per orang. Kenaikan harga yang signifikan ini tentu sangat memberatkan masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Lonjakan harga tiket pesawat ini berdampak luas terhadap masyarakat Kepri. Selain membebani keuangan keluarga, hal ini juga berpotensi mengganggu rencana mudik Lebaran bagi sebagian besar masyarakat. Pemerintah daerah dan pusat diharapkan dapat segera mengambil langkah konkrit untuk mengatasi permasalahan ini.
Situasi ini juga berpotensi meningkatkan inflasi di Kepri, mengingat tingginya biaya transportasi merupakan salah satu faktor penentu harga barang dan jasa. Oleh karena itu, diperlukan solusi komprehensif dan terpadu untuk memastikan harga tiket pesawat tetap terjangkau dan tidak memberatkan masyarakat.
Pemerintah diharapkan dapat berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk mencari solusi yang adil bagi semua pihak. Mekanisme pengawasan harga tiket juga perlu diperketat agar tidak terjadi penyalahgunaan dan eksploitasi terhadap konsumen.
Diharapkan, dengan adanya intervensi pemerintah, harga tiket pesawat dapat kembali normal dan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang dan gembira tanpa harus khawatir dengan biaya transportasi yang mahal.