Indonesia dan Swiss Jalin Kerja Sama Pendidikan Vokasi Sistem Ganda
Indonesia dan Swiss berkolaborasi dalam program pendidikan vokasi sistem ganda untuk meningkatkan kualitas SDM, dengan fase kedua dimulai pada 2024 hingga 2027.

Indonesia dan Swiss resmi bekerja sama untuk mengimplementasikan program pendidikan vokasi sistem ganda. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dengan memadukan pembelajaran di kelas dan pengalaman kerja di industri. Kerja sama tersebut dijalankan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Indonesia dan Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi (SECO) Swiss. Program ini diresmikan pada Kamis lalu dan diharapkan akan memberikan dampak signifikan bagi perkembangan industri di Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa pendidikan dan pelatihan vokasi telah dipersiapkan secara matang untuk memenuhi dan mengantisipasi kebutuhan industri sejalan dengan perkembangan teknologi dan ekonomi. "Oleh karena itu, kami terus berupaya memastikan keselarasan dengan sektor bisnis dan industri, tidak hanya untuk saat ini tetapi juga untuk pengembangan industri di masa depan," ujarnya.
Kerja sama ini terdiri dari dua fase. Fase pertama telah selesai pada tahun 2022, namun diperpanjang hingga tahun 2024 karena pandemi COVID-19. Fase kedua akan berlangsung dari tahun 2024 hingga 2027, menandakan komitmen jangka panjang kedua negara dalam peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.
Kerja Sama Fase Kedua: Perluasan Jangkauan dan Pengembangan
Kepala BPSDMI, Masrokhan, mengungkapkan bahwa fase kedua kerja sama ini dapat diperluas ke unit pendidikan lain di bawah Kementerian Perindustrian. Hal ini memungkinkan adaptasi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan nasional. Kementerian Perindustrian sendiri membawahi 13 lembaga pendidikan tinggi vokasi, 11 politeknik dan dua akademi komunitas, serta sembilan sekolah menengah kejuruan dan tujuh pusat pendidikan dan pelatihan industri.
Lembaga-lembaga ini memainkan peran aktif dalam mengembangkan sumber daya manusia industri berkualitas tinggi. Model pendidikan vokasi sistem ganda yang telah diimplementasikan telah terbukti menjadi pilihan yang menarik bagi siswa dan sangat efektif dalam menghasilkan tenaga profesional industri yang siap kerja. "Unit pendidikan vokasi Kementerian telah menerapkan model pendidikan vokasi sistem ganda, yang terbukti menjadi pilihan menarik bagi siswa dan sangat efektif dalam menghasilkan para profesional industri yang siap kerja," kata Masrokhan.
Dengan adanya perluasan kerja sama ini, diharapkan akan semakin banyak lulusan vokasi Indonesia yang memiliki kompetensi dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing bangsa di era globalisasi.
Sistem Ganda: Solusi untuk Kesenjangan Keterampilan
Sistem pendidikan vokasi sistem ganda terbukti efektif dalam mengatasi kesenjangan keterampilan antara pendidikan dan dunia kerja. Sistem ini memungkinkan siswa untuk mendapatkan pengalaman praktis di lingkungan industri yang nyata, melengkapi pengetahuan teoritis yang mereka peroleh di kelas. Dengan cara ini, lulusan vokasi lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja dan berkontribusi pada peningkatan produktivitas nasional.
Kerja sama dengan Swiss, yang memiliki sistem pendidikan vokasi yang maju, diharapkan dapat memberikan transfer pengetahuan dan teknologi yang berharga bagi Indonesia. Pengalaman dan keahlian Swiss dalam sistem ganda akan membantu Indonesia dalam meningkatkan kualitas program pendidikan vokasi dan menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif di pasar kerja global.
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pendidikan vokasi di mata generasi muda Indonesia. Dengan adanya jaminan pengalaman kerja dan peluang karir yang lebih baik, diharapkan semakin banyak siswa yang memilih untuk melanjutkan pendidikan vokasi.
Harapan untuk Masa Depan
Kerja sama Indonesia-Swiss dalam pendidikan vokasi sistem ganda ini menandai langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Dengan dukungan dari pemerintah dan mitra internasional, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan industri dan perekonomian Indonesia di masa depan. Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan industri akan menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam menghadapi persaingan global.
Program ini bukan hanya sekadar transfer teknologi, tetapi juga transfer best practice dalam pengembangan pendidikan vokasi. Dengan mengadopsi dan mengadaptasi sistem ganda yang telah terbukti sukses di Swiss, Indonesia diharapkan dapat menciptakan generasi pekerja terampil yang siap menghadapi tantangan abad ke-21.