Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Kerja Sama Pertahanan: Indo-Pasifik yang Lebih Stabil?
Indonesia dan Prancis mencapai kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan, ditandai dengan ratifikasi perjanjian oleh Parlemen Prancis dan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Indonesia dan Prancis resmi memperkuat kerja sama bilateral di bidang pertahanan. Kesepakatan ini diumumkan setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, dan Menteri Eropa dan Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, melakukan pertemuan bilateral di Jakarta pada Rabu, 26 Maret 2024. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk meningkatkan hubungan pertahanan kedua negara.
Salah satu poin penting dalam kesepakatan ini adalah ratifikasi perjanjian kerja sama pertahanan oleh Majelis Nasional Prancis. Menlu Retno Marsudi menyampaikan apresiasi atas langkah tersebut dan menekankan pentingnya kerja sama Indonesia-Prancis dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Ia menyatakan, "Kerja sama ini sangat krusial untuk mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang stabil, damai, dan sejahtera."
Kesepakatan ini juga mencakup rencana untuk kembali menggelar dialog antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara melalui mekanisme 2+2. Dialog ini akan difokuskan pada pembahasan isu-isu regional dan global yang relevan bagi kedua negara. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dari kedua negara untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan keamanan bersama.
Ratifikasi Perjanjian dan Latihan Militer Bersama
Ratifikasi perjanjian kerja sama pertahanan oleh Parlemen Prancis menandai tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Menteri Pertahanan Prancis, Sebastien Lecornu, melalui media sosial X pada 21 Maret 2024, telah mengkonfirmasi pengesahan tersebut. Ia optimistis bahwa kerja sama ini akan semakin memperkuat hubungan pertahanan Indonesia-Prancis dan berkontribusi pada stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Selain ratifikasi perjanjian, latihan militer bersama "La Perouse" di kawasan Indo-Pasifik juga menjadi sorotan. Latihan yang melibatkan angkatan laut Prancis dan sejumlah negara di kawasan Indo-Pasifik ini dinilai sebagai inisiatif positif yang sejalan dengan upaya menjaga stabilitas regional. Menlu Retno Marsudi menyambut baik inisiatif tersebut.
Kerja sama maritim menjadi fokus utama dalam kesepakatan ini. Indonesia dan Prancis menyadari pentingnya kerja sama di bidang maritim untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di kawasan Indo-Pasifik. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kedua negara dalam menjaga keamanan laut dan mengatasi tantangan maritim bersama.
Kerja Sama Pertahanan dengan Negara Lain
Perlu diketahui bahwa DPR RI telah mengesahkan RUU ratifikasi perjanjian internasional bidang pertahanan dengan lima negara pada September 2023. Selain Prancis, negara-negara lain yang termasuk dalam perjanjian tersebut adalah India, Uni Emirat Arab, Kamboja, dan Brasil. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperluas dan memperkuat kerja sama pertahanan dengan berbagai negara mitra.
Pengesahan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama pertahanan dengan negara-negara kunci di berbagai wilayah. Kerja sama ini tidak hanya akan meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas dan keamanan regional dan global.
Dengan adanya kerja sama ini, Indonesia berharap dapat memperkuat kemitraan strategis dengan Prancis dan negara-negara lain untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di kawasan Indo-Pasifik dan dunia.
Kerja sama pertahanan yang komprehensif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik, serta memperkuat posisi Indonesia dalam kancah internasional.