Jabar Salurkan 142.900 Paket Sembako Bersubsidi Jelang Lebaran
Pemerintah Provinsi Jawa Barat salurkan 142.900 paket sembako bersubsidi dalam sepekan terakhir untuk stabilisasi harga dan mencegah panic buying jelang Lebaran.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) bergerak cepat dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, tepatnya hingga 23 Maret 2025, Disperindag Jabar telah menyalurkan sebanyak 142.900 paket sembako bersubsidi kepada masyarakat. Penyaluran dilakukan melalui Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) yang menjangkau 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar, Noneng Komara Nengsih, menjelaskan bahwa OPADI bertujuan untuk memastikan keterjangkauan harga sembako bagi masyarakat dan mencegah terjadinya panic buying. "OPADI menimbulkan rasa aman, sehingga tidak ada kepanikan dalam belanja (panic buying) yang sering menjadi pencetus adanya kenaikan harga berlebihan walaupun stok aman," ujar Noneng dalam keterangannya di Bandung, Senin (24/3).
Langkah ini dinilai efektif untuk mengendalikan harga, terutama menjelang peningkatan permintaan pada musim Lebaran. Meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, seperti cabai rawit merah, secara keseluruhan harga kebutuhan pokok masih terkendali. Hal ini dipantau secara ketat oleh Disperindag Jabar melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Operasi Pasar Bersubsidi Jabar: Menjaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran
Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Jawa Barat melibatkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah setempat, dan Bulog. Kerja sama ini dinilai penting untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. "Tentu kita kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Bulog setempat juga, karena yang tahu persis jumlah kebutuhan masyarakatnya mereka," tambah Noneng.
Masyarakat dapat memperoleh paket sembako bersubsidi dengan harga Rp72.000 per paket. Setiap paket berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kg, dan tepung terigu 1 kg. Harga ini jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar umum, sehingga memberikan keringanan bagi masyarakat, khususnya mereka yang terdampak kenaikan harga.
Data yang dikumpulkan dari SP2KP menunjukkan bahwa harga kebutuhan pokok relatif terkendali dan tidak terjadi disparitas harga yang signifikan antar wilayah di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jabar berkomitmen untuk terus memantau dan melakukan intervensi jika diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan sembako bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.
Pemantauan Harga dan Keterjangkauan
Disperindag Jabar secara aktif memantau harga kebutuhan pokok melalui SP2KP. Sistem ini mengumpulkan data harga dari pasar-pasar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Data tersebut diolah setiap hari untuk memastikan harga tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat.
Meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, pemerintah memastikan bahwa kenaikan tersebut tidak signifikan dan masih dalam batas kewajaran. Intervensi melalui OPADI terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga dan mencegah lonjakan harga yang berlebihan.
Dengan adanya OPADI, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran tanpa harus khawatir dengan kenaikan harga yang signifikan. Pemerintah Provinsi Jabar berkomitmen untuk terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan OPADI juga bergantung pada koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan Bulog. Kolaborasi ini memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan efektif dalam mencapai tujuannya, yaitu menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan sembako bagi masyarakat Jawa Barat.
Kesimpulan
Penyaluran 142.900 paket sembako bersubsidi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi masyarakat menjelang Lebaran. Kerja sama yang solid antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program ini.