Jumlah Koperasi Aktif di Mataram Menurun: 152 Koperasi Masih Bertahan
Pemkot Mataram mencatat hanya 152 koperasi aktif dari 600 lebih koperasi terdaftar, penurunan ini disebabkan koperasi yang tidak aktif karena tidak melaksanakan RAT dan masalah manajemen.

Koperasi di Mataram: Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kota Mataram mencatat penurunan jumlah koperasi aktif. Dari lebih 600 koperasi terdaftar, hanya 152 koperasi yang masih aktif di tahun 2025. Penurunan ini terjadi dari 159 koperasi aktif di tahun 2024, menandakan adanya tantangan yang dihadapi sektor koperasi di Kota Mataram.
Penurunan Jumlah Koperasi Aktif
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi (Disprinkop) dan UMKM Kota Mataram, H. Ramdhani, menjelaskan bahwa indikator koperasi tidak aktif meliputi tidak adanya sekretariat dan kepengurusan yang aktif, serta kegagalan dalam melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Koperasi yang sehat, sebaliknya, memiliki sekretariat aktif, kepengurusan yang menjalankan tugasnya, dan rutin melaksanakan RAT dengan keterlibatan seluruh anggota dan pengawas. Penurunan jumlah koperasi aktif ini menjadi perhatian serius pemerintah kota.
Sebagian besar koperasi di Mataram, sekitar 90 persen, bergerak di bidang simpan pinjam. Meskipun koperasi simpan pinjam umumnya berjalan lancar saat omzet masih kecil, masalah sering muncul ketika omzet meningkat pesat. Kecurangan manajemen menjadi ancaman ketika keuntungan mencapai jumlah yang signifikan.
Peran Rapat Anggota Tahunan (RAT)
RAT menjadi kunci pencegahan masalah tersebut. Melalui RAT, pengurus koperasi wajib memberikan laporan transparan kepada anggota. Ketidakhadiran RAT menjadi indikator utama koperasi yang bermasalah. Sebaliknya, pelaksanaan RAT yang melibatkan dinas koperasi, unsur pengawas, dan pengurus aktif menunjukkan koperasi yang sehat dan aktif. Pemerintah Kota Mataram menekankan pentingnya RAT sebagai mekanisme pengawasan dan transparansi.
Meskipun demikian, keberadaan koperasi masih sangat dibutuhkan masyarakat. Koperasi dianggap sebagai alternatif ideal untuk mendapatkan modal usaha dibandingkan bank, karena prinsipnya yang saling tolong menolong dan hubungan emosional antar anggota. Hal ini terlihat dari banyaknya koperasi yang beranggotakan pedagang dan komunitas tertentu.
Imbauan Kepada Masyarakat
Pemerintah Kota Mataram mengimbau masyarakat untuk bijak memilih koperasi sebagai tempat bergabung. Penting bagi anggota untuk meminta laporan pengelolaan koperasi secara berkala kepada pengurus. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan koperasi. Dengan demikian, diharapkan jumlah koperasi aktif di Mataram dapat meningkat kembali di masa mendatang.
Dari 152 koperasi aktif yang tersebar di enam kecamatan Kota Mataram, pemerintah daerah berupaya untuk meningkatkan pengawasan dan memberikan pendampingan agar koperasi-koperasi tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi anggotanya. Permasalahan yang dihadapi koperasi, seperti minimnya literasi keuangan dan manajemen yang kurang profesional, menjadi fokus perhatian pemerintah dalam upaya pembinaan dan pengembangan koperasi di Kota Mataram.
Kesimpulan
Penurunan jumlah koperasi aktif di Kota Mataram menjadi tantangan yang perlu diatasi. Pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan pelaksanaan RAT secara rutin menjadi kunci keberhasilan koperasi. Pemerintah Kota Mataram terus berupaya membina dan mengawasi koperasi agar dapat berperan aktif dalam perekonomian daerah.