KAI Daop 7 Ingatkan Penumpang Patuhi Aturan Bagasi Jelang Arus Balik Lebaran
PT KAI Daop 7 Madiun mengingatkan calon penumpang kereta api untuk mematuhi aturan bagasi dan barang bawaan selama arus balik Lebaran 2025, dengan sanksi bagi yang melanggar.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, Jawa Timur, memberikan imbauan penting kepada calon penumpang menjelang arus balik Lebaran 2025. Imbauan tersebut berkaitan dengan aturan bagasi dan barang bawaan yang perlu diperhatikan untuk memastikan kelancaran perjalanan dan kenyamanan bersama. Hal ini disampaikan langsung oleh Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, pada Rabu, 2 April 2025.
Berdasarkan keterangan resmi, KAI Daop 7 Madiun mencatat peningkatan signifikan volume penumpang selama periode arus balik Lebaran. Peningkatan ini berdampak pada pentingnya kepatuhan terhadap aturan bagasi untuk menghindari masalah dan memastikan kenyamanan seluruh penumpang. Aturan bagasi yang ketat ini diterapkan untuk menjaga ketertiban dan mencegah potensi kendala selama perjalanan kereta api.
KAI Daop 7 Madiun menekankan pentingnya kesadaran penumpang akan aturan bagasi yang berlaku. Dengan mematuhi aturan ini, diharapkan perjalanan kereta api dapat berjalan lancar dan nyaman bagi semua penumpang. Pihak KAI Daop 7 Madiun juga telah mengantisipasi lonjakan penumpang dengan berbagai langkah strategis, seperti penambahan perjalanan kereta api dan peningkatan layanan di stasiun.
Aturan Bagasi dan Barang Bawaan
Sesuai aturan yang berlaku, setiap penumpang diperbolehkan membawa bagasi dengan berat maksimum 20 kilogram, volume maksimum 100 desimeter kubik, dan dimensi maksimal 70x48x30 sentimeter tanpa biaya tambahan. Bagi penumpang yang melebihi batas tersebut, akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp10.000 per kilogram untuk kelas eksekutif, Rp6.000 per kilogram untuk kelas bisnis, dan Rp2.000 per kilogram untuk kelas ekonomi. "Sesuai aturan yang berlaku, setiap pelanggan atau penumpang diperbolehkan membawa bagasi tanpa biaya tambahan dengan batas berat maksimum 20 kilogram, volume maksimum 100 desimeter kubik, dan dimensi maksimal 70x48x30 sentimeter," jelas Rokhmad Makin Zainul.
Penumpang juga diimbau untuk meletakkan barang bawaan di rak bagasi di atas tempat duduk atau tempat lain yang aman dan tidak mengganggu penumpang lain. Barang bawaan dengan berat lebih dari 40 kilogram dan volume lebih dari 200 desimeter kubik disarankan untuk dikirim melalui layanan ekspedisi. Hal ini untuk menghindari ketidaknyamanan bagi penumpang lain selama perjalanan. "Apabila barang bawaan beratnya melebihi 40 kilogram dan dimensinya lebih dari 200 desimeter kubik, dianjurkan untuk menggunakan layanan ekspedisi," imbuhnya.
Beberapa jenis barang dilarang dibawa sebagai bagasi, antara lain binatang, narkotika, psikotropika, zat adiktif, senjata api, senjata tajam, benda mudah terbakar atau meledak, benda berbau busuk atau amis, arang yang dilarang peraturan perundang-undangan, dan barang yang dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan penumpang lainnya. KAI Daop 7 Madiun berkomitmen untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang selama perjalanan.
Lonjakan Penumpang Arus Balik Lebaran 2025
Pada Rabu, 2 April 2025, tercatat 13.462 penumpang berangkat dan 11.489 penumpang tiba di wilayah Daop 7 Madiun. Stasiun Madiun mencatat volume keberangkatan penumpang tertinggi, yaitu 4.915 penumpang. Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari biasa. KAI Daop 7 Madiun telah mengantisipasi lonjakan penumpang ini dengan berbagai langkah strategis.
Selama masa Angkutan Lebaran 1446 Hijriah, tercatat sebanyak 95.915 penumpang naik dan 151.576 penumpang turun di wilayah Daop 7 Madiun. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. KAI Daop 7 Madiun telah berupaya maksimal untuk melayani penumpang dengan baik dan aman.
Antisipasi lonjakan penumpang dilakukan dengan penambahan perjalanan kereta api, seperti KA Brantas Tambahan, dan penambahan satu kereta kelas ekonomi pada KA Brantas Tambahan. Selain itu, peningkatan layanan di stasiun juga dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang. "Lonjakan penumpang ini sudah diantisipasi dengan berbagai langkah strategis, termasuk penambahan perjalanan kereta, yaitu KA Brantas Tambahan, serta penambahan satu kereta kelas ekonomi pada KA Brantas Tambahan, dan peningkatan layanan di stasiun," pungkas Zainul.
Dengan adanya peningkatan jumlah penumpang dan antisipasi yang dilakukan oleh KAI Daop 7 Madiun, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan nyaman bagi seluruh penumpang. Kepatuhan terhadap aturan bagasi dan barang bawaan sangat penting untuk mendukung kelancaran perjalanan.