KAI Permudah Perjalanan: Teknologi Pengenalan Wajah di Stasiun Gambir dan Pasar Senen
Teknologi pengenalan wajah kini hadir di Stasiun Gambir dan Pasar Senen, mempercepat proses boarding penumpang kereta api jarak jauh dan meningkatkan efisiensi layanan KAI.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah meluncurkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) di Stasiun Gambir dan Pasar Senen, dua stasiun tersibuk di Jakarta. Inovasi ini bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah proses boarding penumpang kereta api jarak jauh. Teknologi ini diluncurkan sebagai respon atas tingginya volume penumpang, terutama selama periode mudik Lebaran, seperti yang terlihat pada Lebaran 2025 dengan total 527.779 penumpang berangkat dari kedua stasiun tersebut.
Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa dengan teknologi ini, penumpang cukup memindai wajah mereka di gerbang face recognition. Mereka tidak perlu lagi menunjukkan tiket fisik atau identitas diri, sehingga proses masuk ke area peron menjadi jauh lebih efisien. Sistem ini telah diterapkan di Stasiun Gambir sejak September 2023, dan di Stasiun Pasar Senen sejak 14 September 2024.
Penerapan teknologi face recognition ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi layanan KAI. Ixfan menambahkan bahwa teknologi ini merupakan upaya KAI untuk meningkatkan pelayanan dan efisiensi operasional di stasiun-stasiun utama, sehingga pengalaman perjalanan penumpang menjadi lebih nyaman dan lancar. "Dengan teknologi ini, proses masuk ke area peron menjadi lebih efisien," ujar Ixfan.
Penggunaan Teknologi dan Registrasi
Bagi penumpang yang ingin menggunakan layanan pengenalan wajah ini, registrasi terlebih dahulu diperlukan. Proses registrasi dapat dilakukan di stasiun dengan bantuan petugas atau melalui aplikasi Access by KAI. Setelah terdaftar, penumpang dapat menikmati proses masuk yang lebih cepat dan praktis tanpa perlu mencetak tiket atau menunjukkan identitas diri secara manual.
Proses registrasi yang mudah dan bantuan petugas di stasiun memastikan kemudahan akses bagi semua penumpang. Aplikasi Access by KAI juga menyediakan alternatif yang praktis bagi penumpang yang lebih familiar dengan teknologi digital. Dengan demikian, KAI berupaya mengakomodir berbagai kebutuhan penumpang.
Kecepatan dan kemudahan proses boarding menjadi prioritas utama dalam penerapan teknologi ini. KAI berharap dapat mengurangi waktu tunggu penumpang dan meningkatkan kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanannya.
Ekspansi ke Stasiun Lainnya
Selain Stasiun Gambir dan Pasar Senen, teknologi pengenalan wajah juga telah diterapkan di beberapa stasiun lainnya. Beberapa stasiun tersebut antara lain Bekasi, Bandung, Kiaracondong, Cirebon, dan Semarang Tawang. KAI berencana untuk memperluas penggunaan teknologi ini ke stasiun-stasiun lain di Jawa dan Sumatera, termasuk Stasiun Pekalongan, Tegal, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Malang, Jember, dan Medan.
Perluasan jangkauan teknologi ini menunjukkan komitmen KAI dalam meningkatkan efisiensi dan kenyamanan perjalanan kereta api di seluruh Indonesia. Dengan semakin banyaknya stasiun yang menerapkan teknologi ini, diharapkan pengalaman perjalanan kereta api akan semakin meningkat.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong digitalisasi di berbagai sektor, termasuk transportasi. Penerapan teknologi face recognition oleh KAI merupakan contoh nyata dari transformasi digital di sektor transportasi publik di Indonesia.
Dengan adanya teknologi ini, diharapkan proses perjalanan kereta api akan semakin mudah dan efisien, sehingga penumpang dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan lancar. KAI terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pengalaman perjalanan yang terbaik bagi para penumpangnya.