Kemenag Luncurkan Ngabuburead: Literasi Digital untuk Lawan Judi Online di Kalangan Gen Z
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program Ngabuburead dan platform Elipski untuk meningkatkan literasi digital dan melawan ancaman judi online di kalangan Gen Z.

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia meluncurkan program inovatif bertajuk "Ngabuburead: Literate to Elevate" di Masjid Istiqlal, Jakarta. Program ini bertujuan meningkatkan indeks literasi, khususnya di kalangan Gen Z, dengan pendekatan interaktif yang memadukan literasi dan diskusi keislaman. Program yang diluncurkan pada Rabu ini juga memperkenalkan platform digital Elipski, sebuah perpustakaan digital yang menyediakan beragam literatur keislaman.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa Ngabuburead dirancang sebagai wadah diskusi interaktif. Peserta tidak hanya membaca, tetapi juga berdiskusi dengan narasumber. "Dengan metode ini, literasi tidak lagi dipandang sebagai aktivitas pasif, melainkan bagian dari gaya hidup anak muda," ujar Arsad.
Inisiatif ini juga memanfaatkan teknologi digital melalui Elipski. Arsad menekankan pentingnya akses mudah terhadap literatur keislaman bagi generasi muda. "Melalui Elipski, kami ingin menjangkau lebih banyak anak muda agar mereka dapat mengakses buku dan materi keislaman dengan lebih praktis," tambahnya.
Ngabuburead: Mengatasi Ancaman Judi Online
Ngabuburead di Masjid Istiqlal mengangkat tema serius: "Judi Online: Ancaman Serius bagi Keluarga dan Masyarakat." Acara ini menghadirkan narasumber kunci, Kiai Faiz Syukron Makmun atau Gus Faiz, Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta. Gus Faiz memberikan perspektif yang memprihatinkan tentang kemerosotan moral sebagai ancaman bagi peradaban, mencontohkan runtuhnya peradaban Islam di Andalusia.
Gus Faiz menjelaskan, "Islam pernah hebat di Andalusia. Coba kita datang ke Spanyol, lihat bagaimana peradaban Islam di Sevilla, Cordova. Itu semua adalah peradaban Islam yang cukup maju. Tetapi hari ini, kita hanya bisa melihat peninggalannya saja di sana." Ia menekankan bahwa kemunduran tersebut bukan hanya karena perpecahan politik, tetapi juga karena kemerosotan moral dan pengetahuan masyarakat.
Menurut Gus Faiz, judi online merupakan ancaman moral besar di era modern. Akses informasi yang mudah membuat Gen Z kesulitan membedakan mana yang benar dan salah. Judi online, berbeda dengan judi konvensional, lebih berbahaya karena tersembunyi dan mudah diakses. "Sistem ini mendorong orang untuk bermimpi mendapatkan keuntungan instan melalui permainan yang sebenarnya sudah direkayasa," tegas Gus Faiz.
Ia juga menekankan peran penting Gen Z dalam memerangi judi online. "Gen Z harus menjadi garda terdepan bangsa ini. Sekarang ada teroris sejati yang sudah memakan begitu banyak korban dan masa depan anak bangsa, namanya judi online," serunya.
Elipski: Perpustakaan Digital untuk Literasi Keagamaan
Program Ngabuburead juga memperkenalkan Elipski, sebuah platform perpustakaan digital yang dikembangkan oleh Bimas Islam Kemenag. Elipski menyediakan berbagai literatur keislaman yang dapat diakses dengan mudah melalui perangkat digital. Platform ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan akses informasi keagamaan, khususnya bagi generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital.
Dengan adanya Elipski, Kemenag berharap dapat mendorong peningkatan literasi keagamaan di kalangan Gen Z secara lebih efektif dan efisien. Akses yang mudah dan praktis diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan pemahaman keagamaan di kalangan anak muda.
Selain itu, Elipski juga diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang terpercaya dan akurat, sehingga dapat membantu Gen Z dalam menyaring informasi yang beredar di dunia digital. Dengan demikian, Elipski tidak hanya berfungsi sebagai perpustakaan digital, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pencegahan terhadap penyebaran informasi yang menyesatkan.
Kesimpulannya, program Ngabuburead dan peluncuran Elipski merupakan langkah strategis Kemenag dalam meningkatkan literasi keagamaan dan menghadapi tantangan moral di era digital. Inisiatif ini diharapkan dapat memberdayakan Gen Z untuk menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.