Kemensos Kerahkan Tagana Evakuasi Korban Longsor Pacet, Satu Korban Ditemukan Meninggal
Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Tagana membantu evakuasi korban longsor Pacet, Mojokerto, Jawa Timur; satu korban ditemukan meninggal dunia.

Bencana tanah longsor menerjang wilayah Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Kamis, 3 April 2024, akibat cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang. Peristiwa ini mengakibatkan dua mobil dan satu sepeda motor tertimbun longsor, dengan total 10 orang dilaporkan tertimbun. Kementerian Sosial (Kemensos) RI bergerak cepat merespon bencana ini dengan mengerahkan tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu proses evakuasi dan penyaluran bantuan logistik.
Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa Tagana telah bergabung dengan tim SAR untuk melakukan evakuasi korban dan mendirikan dapur umum di lokasi kejadian. Dapur umum tersebut menyediakan hingga 500 porsi makanan per hari untuk para relawan dan tim penyelamat. Proses evakuasi terhambat oleh kondisi cuaca yang masih hujan dan berangin.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus dilakukan. Satu korban telah ditemukan meninggal dunia atas nama Majid Zatmo, warga Desa Kelompok, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Belum ada laporan mengenai korban luka-luka. Kemensos memastikan bantuan logistik dan permakanan untuk tim penyelamat akan terus tersedia.
Evakuasi dan Penyaluran Logistik
Tim Tagana Kemensos berperan aktif dalam proses evakuasi korban longsor Pacet. Mereka bekerja sama dengan tim SAR gabungan untuk menjangkau lokasi terdampak dan membantu mengeluarkan korban dari reruntuhan. Selain evakuasi, Tagana juga fokus pada pendirian dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para relawan dan tim penyelamat yang bertugas di lokasi bencana.
Bantuan logistik yang disalurkan mencakup makanan siap saji berupa nasi bungkus. Kapasitas dapur umum yang didirikan Tagana mencapai 500 porsi per hari. Kemensos juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto dan pihak terkait lainnya untuk memastikan proses evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik.
Mensos Gus Ipul menegaskan komitmen Kemensos untuk terus memantau situasi dan memastikan ketersediaan bantuan bagi para korban dan tim penyelamat. "Upaya yang telah dilakukan di antaranya adalah asesmen dan kaji cepat di lokasi kejadian, evakuasi korban, serta pendataan para korban terdampak," jelas Gus Ipul.
Kondisi Cuaca dan Tantangan Evakuasi
Kondisi cuaca yang buruk berupa hujan dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi. Cuaca yang tidak menentu ini dapat menghambat pencarian korban dan membahayakan para relawan yang bertugas di lokasi. Tim SAR dan relawan tetap bekerja keras untuk melakukan pencarian korban yang masih tertimbun longsor.
Meskipun cuaca menjadi kendala, Kemensos dan tim Tagana tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dalam proses evakuasi dan penanganan pasca bencana. Koordinasi yang baik antar instansi dan relawan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi situasi darurat ini. Proses pendataan korban juga dilakukan secara intensif untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Kemensos melalui Tagana terus berupaya untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh para korban dan keluarga yang terdampak bencana longsor Pacet. Selain bantuan logistik, Kemensos juga akan memberikan dukungan psikososial bagi para korban yang mengalami trauma.
"Tagana telah bergabung memperkuat tim SAR melakukan evakuasi korban yang terdampak serta mendirikan dapur umum di lokasi kejadian," kata Mensos Saifullah Yusuf.
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan evakuasi dan bantuan yang diberikan akan terus diupdate oleh Kemensos.