Longsor Pacet-Cangar: Enam Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Identifikasi DVI Dilakukan
Enam jenazah korban longsor Pacet-Cangar tiba di RS Bhayangkara Hasta Brata Batu untuk identifikasi DVI, sementara empat jenazah lainnya telah diidentifikasi di Mojokerto; total korban meninggal dunia mencapai 10 orang.

Tragedi longsor di jalur Pacet-Cangar, Kabupaten Mojokerto menuju Kota Batu, Jawa Timur, pada Kamis (3/4) sekitar pukul 11.27 WIB, telah menelan 10 korban jiwa. Enam jenazah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata, Kota Batu, pada Jumat (4/4) untuk proses identifikasi, sementara empat lainnya telah diidentifikasi di Mojokerto. Insiden ini terjadi akibat hujan deras yang menyebabkan tanah longsor dari tebing sisi kanan jalan, menutup seluruh badan jalan. Proses evakuasi dan identifikasi korban melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi, termasuk BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan Perhutani.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jawa Timur, Kombes Pol M Khusnan Marzuki, menjelaskan bahwa keenam jenazah yang berada di RS Bhayangkara Hasta Brata tengah menjalani proses identifikasi menggunakan metode DVI (Disaster Victim Identification) sesuai standar internasional. Proses ini terdiri dari lima fase: pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), postmortem, antemortem, rekonsiliasi, dan koreksi terakhir. Dari data sementara, keenam jenazah tersebut terdiri dari dua anak-anak (berusia empat dan dua tahun), satu wanita, dan tiga pria.
Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menghubungi keluarga korban untuk proses identifikasi lebih lanjut. Proses identifikasi ini akan menentukan asal-usul dan identitas korban secara pasti. Tim gabungan juga menemukan dua kendaraan yang tertimbun material longsor, yaitu sebuah Toyota Innova dan sebuah pikap, yang membutuhkan pemotongan untuk dievakuasi karena terjepit bebatuan dan pohon.
Proses Identifikasi DVI dan Pencarian Korban
Proses identifikasi DVI yang dilakukan di RS Bhayangkara Hasta Brata Batu melibatkan tahapan yang kompleks dan teliti. Tim forensik bekerja secara sistematis untuk memastikan ketepatan identifikasi setiap korban. Proses ini sangat penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban dan menyelesaikan proses hukum terkait kejadian ini. Selain enam jenazah di RS Bhayangkara, empat jenazah lainnya telah berhasil diidentifikasi di rumah sakit di wilayah Mojokerto.
Penemuan dua kendaraan, Toyota Innova dan sebuah pikap, yang tertimbun material longsor menunjukkan betapa dahsyatnya longsor tersebut. Kondisi kedua kendaraan yang terjepit dan tertimbun material longsor membutuhkan upaya ekstra dari tim gabungan untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi ini memerlukan kehati-hatian agar tidak mengganggu proses identifikasi dan tidak menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada jenazah.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya di daerah rawan longsor. Hujan deras yang memicu longsor ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana untuk meminimalisir korban jiwa dan kerugian material.
Kronologi Kejadian Longsor Pacet-Cangar
Berdasar video yang beredar di media sosial, terlihat kondisi hujan deras yang mengguyur lokasi kejadian sebelum longsor terjadi. Video yang diduga direkam dari dashboard mobil menunjukkan tanah di tebing sisi kanan jalan tiba-tiba runtuh dan menutup seluruh badan jalan. Setelah kejadian, video lain memperlihatkan tim gabungan yang telah tiba di lokasi untuk melakukan peninjauan dan penanganan.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam. Pentingnya sistem peringatan dini dan mitigasi bencana perlu terus ditingkatkan untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang. Selain itu, koordinasi antar instansi dan relawan dalam proses evakuasi dan penanganan korban juga menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi bencana.
Proses identifikasi korban masih terus berlanjut. Pihak berwenang berharap proses identifikasi dapat segera selesai sehingga keluarga korban dapat segera mendapatkan kepastian dan dapat melakukan proses pemakaman.
Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada dan siap menghadapi potensi bencana alam di masa mendatang. Belajar dari kejadian ini, kita dapat meningkatkan upaya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.