KMP Nusa Makmur Kandas di Selat Bali, 87 Penumpang Dievakuasi
Petugas gabungan berhasil evakuasi 87 penumpang dan kru KMP Nusa Makmur yang kandas di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, akibat cuaca buruk.

Pada Kamis dini hari, Kapal Motor Penumpang (KMP) Nusa Makmur kandas di sisi utara Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. Kejadian ini melibatkan 87 orang yang terdiri dari 77 penumpang, 13 kru, dan 3 pegawai kantin. Kapal yang dinahkodai oleh Abdul Azis Hadji Jabbar tersebut membawa 32 unit kendaraan berbagai jenis. Angin kencang dan arus kuat menjadi penyebab utama kandasnya kapal tersebut.
Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polairud Polres Jembrana, Polairud Polda Bali, Batalyon C Satuan Brimob Polda Bali, TNI-AL Gilimanuk, Basarnas Negara, Syahbandar Gilimanuk (KUPP), BBKK Gilimanuk (KKP Gilimanuk), dan PMI Jembrana langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. "Kapal kandas karena didorong oleh angin kencang dan arus kuat ke arah utara. Begitu mendapatkan informasi, tim gabungan langsung ke lokasi melakukan penyelamatan," jelas Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Jembrana, Ajun Komisaris (AKBP) I Putu Suparta.
Setelah dievakuasi, para penumpang dan kru diarahkan ke ruang tunggu VIP Pelabuhan Gilimanuk untuk beristirahat dan menjalani pemeriksaan kesehatan. Dua orang penumpang lainnya dievakuasi ke Pelabuhan Ketapang. KMP Nusa Makmur saat ini menunggu air pasang untuk dapat kembali merapat ke pelabuhan.
Evakuasi Penumpang dan Antisipasi Cuaca Buruk
Proses evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi dan kerja sama yang baik antar instansi terkait. Petugas gabungan sigap dan profesional dalam menangani situasi darurat ini, memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru. "Penumpang dipersilahkan untuk istirahat serta dilakukan pemeriksaan kesehatan," tambah AKP I Putu Suparta. Kecepatan respon tim gabungan ini patut diapresiasi, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kejadian ini kembali menyoroti potensi bahaya cuaca buruk di Selat Bali, terutama bagi kapal-kapal yang beroperasi di jalur penyeberangan. Beberapa kali, cuaca buruk menyebabkan kapal kandas akibat terdorong arus atau gelombang ke perairan dangkal atau karang. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang.
Kapolres Jembrana, Ajun Komisaris Besar (AKBP) Endang Tri Purwanto, dalam gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2025, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap cuaca di Selat Bali, khususnya selama periode arus mudik. "Pihak BMKG terus memberikan perkembangan prakiraan cuaca terbaru. Semoga mudik di Selat Bali berjalan lancar," katanya. Pernyataan ini menunjukkan kesiapsiagaan pihak kepolisian dalam menghadapi potensi kendala selama musim mudik.
Langkah Antisipasi Kejadian Berulang
Kejadian kandasnya KMP Nusa Makmur menjadi pengingat penting akan perlunya peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca buruk di Selat Bali. Koordinasi yang baik antara pihak terkait, seperti BMKG, Syahbandar, dan operator kapal, sangat krusial untuk meminimalisir risiko kejadian serupa. Sistem peringatan dini yang efektif juga perlu ditingkatkan untuk memberikan informasi terkini kepada para nahkoda dan penumpang.
Selain itu, perlu dilakukan pengecekan rutin terhadap kondisi kapal dan kesiapannya menghadapi cuaca ekstrem. Peningkatan kemampuan dan pelatihan bagi para nahkoda dalam menghadapi kondisi cuaca buruk juga penting untuk memastikan keselamatan pelayaran. Dengan langkah-langkah antisipasi yang tepat, diharapkan kejadian serupa dapat dihindari di masa mendatang.
Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu terus meningkatkan upaya pencegahan dan mitigasi bencana maritim. Hal ini mencakup penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana di laut. Kesiapan menghadapi berbagai skenario darurat, termasuk evakuasi penumpang, menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan pelayaran di Selat Bali.
Kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk selalu waspada dan memprioritaskan keselamatan dalam setiap perjalanan laut. Pemantauan cuaca secara berkala dan mengikuti arahan dari pihak berwenang sangat penting untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.