Konsumsi Kalori di Aceh Masih di Bawah Standar Nasional: BPS Ungkap Fakta Menarik
Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat konsumsi kalori masyarakat Aceh masih di bawah standar nasional, hanya 1.989,55 kkal per hari pada 2024, meskipun konsumsi protein telah melampaui standar.

Banda Aceh, 26 Maret 2024 (ANTARA) - Sebuah temuan mengejutkan datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh. Rata-rata konsumsi kalori penduduk Aceh pada tahun 2024 hanya mencapai 1.989,55 kkal per hari. Angka ini jauh di bawah standar kecukupan gizi nasional yang ditetapkan sebesar 2.100 kkal per kapita per hari. Temuan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pola makan dan kesehatan masyarakat Aceh.
Ketua Tim Statistik Sosial BPS Aceh, Abdul Hakim, mengungkapkan bahwa konsumsi kalori masyarakat Aceh secara keseluruhan tergolong rendah. Hanya kelompok masyarakat golongan atas yang konsumsinya berhasil melampaui angka 2.100 kkal per hari. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan konsumsi kalori yang signifikan antar kelompok masyarakat di Aceh.
Lebih memprihatinkan lagi, data BPS menunjukkan bahwa konsumsi kalori penduduk perkotaan di Aceh bahkan lebih rendah daripada penduduk perdesaan. Penduduk perkotaan hanya mengonsumsi rata-rata 1.922,51 kkal per hari, sementara penduduk perdesaan mengonsumsi 2.025,84 kkal per hari. Meskipun lebih tinggi, angka konsumsi kalori di perdesaan pun masih berada di bawah standar nasional.
Konsumsi Kalori Menurun Dibanding Tahun Sebelumnya
Data BPS juga menunjukkan penurunan konsumsi kalori masyarakat Aceh dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, rata-rata konsumsi kalori mencapai 2.052,88 kkal per hari. Artinya, terjadi penurunan sebesar 63,30 kkal pada tahun 2024. Penurunan ini menjadi indikator penting yang perlu diteliti lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
Abdul Hakim menduga, rendahnya konsumsi kalori ini disebabkan oleh pola makan masyarakat Aceh yang kurang bervariasi. "Dalam beberapa tahun belum mencukupi standar bisa juga dikatakan karena kurang bervariasinya konsumsi masyarakat Aceh," katanya. Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi dan diversifikasi pangan untuk meningkatkan asupan kalori masyarakat.
Sumber kalori utama masyarakat Aceh berasal dari padi atau nasi, yang menyumbang 852,15 kkal per hari pada tahun 2024. Makanan dan minuman jadi menyumbang 423,97 kkal, minyak dan kelapa 278,92 kkal, dan ikan/udang/cumi/kerang 86,34 kkal. Meskipun sumber kalori terbanyak berasal dari nasi dan ikan, dan konsumsi komoditi ini lebih tinggi dari rata-rata nasional, hal ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori harian.
Konsumsi Protein Aceh di Atas Standar Nasional
Meskipun konsumsi kalori masih di bawah standar, ada kabar baik dari data BPS. Konsumsi protein penduduk Aceh telah memenuhi, bahkan melampaui, standar gizi nasional. Rata-rata konsumsi protein mencapai 60,64 gram per kapita per hari, lebih tinggi dari standar nasional sebesar 57 gram. Ini menunjukkan bahwa meskipun asupan kalori masih kurang, asupan protein masyarakat Aceh tergolong cukup baik.
"Dilihat dari konsumsi protein yang merupakan sumber gizi penting, Aceh sudah baik mencapai 60,64 gram di atas standar nasional 57 gram," ujar Abdul Hakim. Namun, penting diingat bahwa protein saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi yang optimal. Asupan kalori yang cukup tetap diperlukan untuk menunjang kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Kesimpulannya, meskipun konsumsi protein masyarakat Aceh sudah baik, rendahnya konsumsi kalori menjadi perhatian serius. Perlu adanya upaya untuk meningkatkan konsumsi kalori masyarakat Aceh agar mencapai standar gizi nasional. Peningkatan konsumsi kalori ini dapat dicapai melalui diversifikasi pangan dan edukasi gizi kepada masyarakat.