Layanan Cuci Darah di RSUD Meulaboh Tetap Beroperasi Selama Lebaran
RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh tetap menyediakan layanan cuci darah selama libur Lebaran untuk memudahkan akses pasien gagal ginjal di Aceh Barat dan sekitarnya.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi masyarakat, termasuk selama libur Lebaran. Hal ini dibuktikan dengan tetap beroperasinya layanan cuci darah (hemodialisa) selama Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Keputusan ini diambil untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang vital, terutama bagi pasien dengan gagal ginjal.
Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Ilum Anam, menjelaskan bahwa layanan cuci darah tetap beroperasi demi kemudahan akses bagi masyarakat, mengingat pentingnya terapi hemodialisa bagi pasien gagal ginjal. "Pembukaan layanan cuci darah selama libur hari raya sebagai upaya memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan saat cuti bersama," ujar Ilum Anam kepada ANTARA, di Meulaboh, Kamis.
Layanan cuci darah atau hemodialisa merupakan terapi pengganti fungsi ginjal yang menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah. Terapi ini sangat penting bagi pasien dengan gagal ginjal kronis, di mana ginjal sudah tidak mampu berfungsi optimal. Tanpa hemodialisa, limbah dan cairan berlebih akan menumpuk dalam tubuh dan membahayakan kesehatan pasien.
Layanan Hemodialisis Terus Berjalan Selama Libur Lebaran
Untuk memastikan kelancaran layanan hemodialisa selama libur Lebaran, RSUD Meulaboh menyiapkan tujuh hingga delapan unit mesin cuci darah setiap harinya. Setiap mesin dapat melayani dua pasien dalam sehari. Meskipun RSUD Meulaboh memiliki 10 mesin cuci darah, dua unit lainnya sedang dalam tahap pemeliharaan.
Keputusan untuk tetap membuka layanan cuci darah selama libur Lebaran didasarkan pada kebutuhan mendesak pasien gagal ginjal. Banyak pasien yang bergantung pada layanan ini untuk bertahan hidup. Selain itu, banyak rumah sakit di Banda Aceh yang menutup layanan cuci darah selama libur Lebaran, sehingga pasien dari Aceh Barat dan sekitarnya terpaksa berobat ke Meulaboh.
Ilum Anam menambahkan bahwa sebagian besar pasien yang memanfaatkan layanan cuci darah di RSUD Meulaboh berasal dari Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya. "Memang pernah kita libur saat hari pertama Idul Fitri kemarin, karena banyak masyarakat yang harus cuci darah, layanan ini tetap kita buka meski hari libur," ungkap Ilum Anam.
Dukungan Bagi Pasien Gagal Ginjal
Langkah RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh ini mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat. Ketersediaan layanan cuci darah selama libur Lebaran menunjukkan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan memastikan akses kesehatan bagi semua warga, terutama bagi mereka yang membutuhkan perawatan khusus seperti pasien gagal ginjal. Hal ini sangat membantu mengurangi beban pasien dan keluarga mereka, terutama selama masa liburan.
Dengan tetap beroperasinya layanan cuci darah selama libur Lebaran, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh telah menunjukkan kepedulian dan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Aceh Barat dan sekitarnya. Inisiatif ini patut diapresiasi dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi rumah sakit lain di Indonesia.
Keberadaan layanan cuci darah yang tetap beroperasi selama libur Lebaran ini sangat berarti bagi pasien gagal ginjal di Aceh Barat dan sekitarnya. Pasien tidak perlu khawatir akan terputusnya perawatan vital mereka selama masa liburan, sehingga mereka dapat merayakan Lebaran dengan lebih tenang dan nyaman.
Dengan adanya layanan ini, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh telah menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan berfokus pada kebutuhan pasien. Hal ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menunjukkan dedikasi rumah sakit dalam melayani masyarakat.