RSUD Meulaboh Perluas Layanan Cuci Darah, Layani Hingga 40 Pasien per Hari
RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh menambah kapasitas layanan cuci darah hingga 40 pasien per hari dengan perluasan ruangan dan penambahan mesin dialisis, berkat dana APBA 2025.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, meningkatkan layanan kesehatan masyarakat dengan memperluas ruangan cuci darah (hemodialisa). Direktur RSUD, dr. Ilum Anam, mengumumkan perluasan ini pada Jumat, 4 April 2024, sebagai upaya memaksimalkan layanan bagi pasien gagal ginjal. Perluasan ini didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2025 sebesar Rp500 juta.
Saat ini, RSUD Meulaboh memiliki 10 mesin cuci darah, namun hanya 7-8 unit yang beroperasi karena 2 unit lainnya sedang dalam perawatan. Dengan perluasan ini, targetnya adalah menambah jumlah mesin hingga 20 unit pada awal 2026, sehingga kapasitas layanan cuci darah meningkat signifikan.
Perluasan ruangan hemodialisa ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat Aceh Barat. Sebelumnya, layanan cuci darah hanya mampu melayani 14-16 pasien per hari. Setelah perluasan selesai, RSUD Meulaboh menargetkan dapat melayani hingga 40 pasien setiap harinya, memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang semakin meningkat.
Layanan Hemodialisa yang Lebih Memadai di Aceh Barat
Proses perluasan ruangan hemodialisa di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh merupakan langkah penting dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal di Aceh Barat. Dengan penambahan kapasitas, diharapkan angka kematian akibat gagal ginjal dapat ditekan.
"Kita perluas agar nantinya jumlah mesin hemodialisa ini bisa kita lakukan penambahan menjadi 20 unit pada awal tahun 2026," jelas dr. Ilum Anam. Pernyataan ini menunjukkan komitmen RSUD Meulaboh untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Anggaran Rp500 juta dari APBA 2025 dialokasikan secara khusus untuk proyek perluasan ini. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan dan pengadaan fasilitas pendukung layanan hemodialisa yang lebih memadai.
Dengan peningkatan kapasitas layanan, diharapkan waktu tunggu pasien untuk mendapatkan perawatan cuci darah dapat dipersingkat. Hal ini akan sangat membantu pasien dalam menjalani pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Pentingnya Hemodialisa bagi Pasien Gagal Ginjal
Hemodialisa atau cuci darah merupakan terapi penting bagi pasien dengan gagal ginjal kronis atau penyakit ginjal kronis. Ginjal yang rusak tidak dapat menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah secara efektif. Oleh karena itu, hemodialisa dibutuhkan untuk menggantikan fungsi ginjal tersebut.
Proses hemodialisa membersihkan darah dari sisa metabolisme, cairan berlebih, dan elektrolit yang tidak mampu dikeluarkan oleh ginjal yang rusak. Terapi ini membantu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, sehingga pasien dapat tetap hidup dan menjalani kehidupan yang lebih baik.
Dengan perluasan layanan cuci darah di RSUD Meulaboh, akses terhadap terapi hemodialisa yang vital ini menjadi lebih mudah dijangkau oleh masyarakat Aceh Barat yang membutuhkan.
Perluasan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal di wilayah tersebut, memberikan mereka kesempatan untuk menjalani pengobatan yang lebih optimal dan meningkatkan harapan hidup.
Kesimpulan
Perluasan layanan cuci darah di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh merupakan kabar baik bagi masyarakat Aceh Barat, khususnya bagi pasien gagal ginjal. Dengan peningkatan kapasitas layanan, akses terhadap perawatan hemodialisa yang berkualitas menjadi lebih mudah dan terjangkau. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.