{{caption}}
Papua Tengah Bekali Petugas Kesehatan di Mimika dengan Pelatihan Entomologi untuk Tekan Kasus Malaria

Dinas Kesehatan Papua Tengah menggelar pelatihan entomologi bagi petugas kesehatan lingkungan di Mimika, guna menurunkan angka kasus malaria yang tinggi di wilayah tersebut.

{{caption}}
Papua Barat Proyeksi 141.100 Kelambu Insetisida untuk Kendalikan Malaria

Dinas Kesehatan Papua Barat memproyeksikan distribusi 141.100 kelambu insektisida ke tiga kabupaten endemis malaria: Manokwari, Teluk Wondama, dan Manokwari Selatan, guna menekan angka kasus malaria.

{{caption}}
Sukses Tekan Malaria, Teluk Bintuni Terapkan Program EDAT Inovatif

Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, berhasil menurunkan angka kejadian malaria secara signifikan berkat program EDAT yang inovatif, dengan melibatkan kader kesehatan di setiap kampung.

{{caption}}
KLB Malaria di Boalemo, Gorontalo: 188 Kasus Hingga Maret 2025

Pemkab Boalemo menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria setelah 188 kasus tercatat hingga pertengahan Maret 2025, memicu pembentukan Satgas dan berbagai upaya pengendalian.

{{caption}}
Dinkes Mimika Intensifkan Deteksi Malaria, Sasar 1.000 Orang Per Hari

Dinas Kesehatan Mimika meningkatkan jumlah tes malaria hingga 1.000 orang per hari untuk mencapai target satu juta jiwa pada 2025, dengan angka positif malaria di bawah standar nasional.

{{caption}}
Kasus DBD di Karawang Awal 2025 Meningkat Signifikan, Satu Korban Jiwa

Dinas Kesehatan Karawang mencatat peningkatan kasus DBD di Januari 2025 hingga 268 kasus, meningkat drastis dari 141 kasus di Januari 2024, dengan satu korban jiwa; peningkatan terpusat di daerah perkotaan.

{{caption}}
Angka Malaria di Sorong Capai 11,72 Persen, Melebihi Target

Dinas Kesehatan Kota Sorong melaporkan angka kejadian malaria tahunan (API) mencapai 11,72 persen, jauh di atas target 1 persen, dengan kasus tertinggi di Distrik Maladumes (74,86 persen) dan berbagai upaya penanggulangan sedang dilakukan.

{{caption}}
Pemkot Jayapura Perangi 40.000 Kasus Malaria di 2024

Pemerintah Kota Jayapura gencar temukan dan tangani 40.000 kasus malaria di 2024 melalui kader kesehatan, penyemprotan insektisida, dan imbauan penggunaan kelambu, dengan fokus pada daerah rawan seperti Distrik Muara Tami.