Lonjakan Kendaraan Tinggalkan Yogyakarta Usai Lebaran 2025
Polda DIY catat lonjakan signifikan arus balik kendaraan pasca Lebaran 2025, dengan titik terpadat di Tempel, DIY.

Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mencatat lonjakan signifikan jumlah kendaraan yang meninggalkan wilayah Yogyakarta setelah Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2025. Lonjakan ini terjadi sejak hari pertama Lebaran dan terus meningkat hingga H+2. Peningkatan volume kendaraan ini berdampak pada arus balik yang cukup padat di sejumlah titik strategis di Yogyakarta, meskipun situasi lalu lintas secara keseluruhan masih terpantau lancar dan terkendali berkat kerja keras petugas kepolisian.
Kepala Bidang Humas Polda DIY, Komisaris Besar Polisi Ihsan, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel untuk membantu pengaturan arus lalu lintas agar tetap lancar. Pemantauan melalui CCTV di posko-posko juga terus dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus balik. "Kami sudah kerahkan personel untuk membantu pengaturan arus lalu lintas agar tetap lancar. Selain itu, pemantauan melalui CCTV di posko-posko juga terus dilakukan," kata Ihsan dalam keterangannya di Yogyakarta, Kamis (3/4).
Prediksi peningkatan volume kendaraan ini telah diantisipasi oleh pihak kepolisian. Arus balik diperkirakan masih akan tinggi pada H+3, seiring dengan berakhirnya cuti bersama dan banyaknya pemudik yang kembali ke tempat tinggal masing-masing. Hal ini menuntut kesiapsiagaan dan kewaspadaan ekstra dari pihak kepolisian dalam mengatur lalu lintas dan memastikan keselamatan para pemudik.
Arus Balik Meningkat Signifikan di DIY
Berdasarkan data dari Posko Operasi Ketupat Progo 2025, jumlah kendaraan yang keluar DIY pada H+1 Lebaran mencapai 156.347 kendaraan. Angka ini meningkat drastis sebanyak 40.883 kendaraan dibandingkan hari pertama Lebaran yang tercatat 115.464 kendaraan. "Kami melihat peningkatan kendaraan keluar dari DIY mulai terjadi sejak hari pertama Lebaran dan terus meningkat hingga saat ini," ujar Ihsan.
Peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pasca libur Lebaran. Data tersebut menunjukkan pergerakan arus balik yang cukup signifikan dan perlu penanganan yang serius dari pihak berwenang untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik.
Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta terus memantau dan mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di berbagai titik. Koordinasi dan kerjasama antar instansi terkait juga terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus balik.
Titik Arus Balik Terpadat di DIY
Hingga pukul 12.00 WIB pada H+2 Lebaran, titik arus balik tertinggi tercatat di batas provinsi, tepatnya di wilayah Tempel, dengan jumlah kendaraan yang keluar dari DIY mencapai 23.753 kendaraan. Angka ini menunjukkan bahwa wilayah Tempel menjadi titik yang paling padat dilalui oleh kendaraan yang meninggalkan Yogyakarta.
Selain Tempel, arus kendaraan yang cukup padat juga terpantau di Prambanan dengan jumlah 21.029 kendaraan, serta di pintu Tol Tamanmartani sebanyak 3.078 kendaraan. Ketiga titik tersebut menjadi fokus perhatian pihak kepolisian dalam upaya pengaturan dan pengawasan lalu lintas.
Polda DIY mengimbau kepada seluruh pemudik untuk tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Petugas kepolisian di lapangan siap membantu dan memberikan arahan kepada para pemudik.
Imbauan Kepolisian: Komisaris Besar Polisi Ihsan mengimbau kepada pemudik untuk selalu berhati-hati, mengutamakan keselamatan, mengikuti petunjuk petugas di lapangan, dan tidak terburu-buru agar arus balik bisa berjalan dengan aman dan lancar. "Selain itu juga selalu ikuti petunjuk dari petugas di lapangan, dan tidak terburu-buru agar arus balik bisa berjalan dengan aman dan lancar," katanya.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa lonjakan kendaraan yang meninggalkan DIY pasca Lebaran 2025 cukup signifikan. Polda DIY beserta instansi terkait terus berupaya untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus balik ini hingga kembali normal.