128.678 Pemudik Tiba di Yogyakarta, Stasiun Tugu Terpadat!
H-4 Lebaran 2025, Polda DIY catat 128.678 pemudik telah memasuki Yogyakarta melalui berbagai moda transportasi umum, dengan Stasiun Tugu sebagai titik terpadat.

Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mencatat jumlah pemudik yang telah tiba di wilayah Yogyakarta hingga Kamis (27 Maret 2025) mencapai 128.678 orang. Angka ini terhimpun hingga H-4 Lebaran 2025, berdasarkan pemantauan Posko Operasi Ketupat Progo 2025. Pemantauan dilakukan melalui CCTV dengan fitur 'counting people' di berbagai titik transportasi umum, mulai Minggu (23 Maret 2025).
Data tersebut dikumpulkan dari berbagai titik strategis, yaitu Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, dan Terminal Giwangan. Kepala Bidang Humas Polda DIY, Komisaris Besar Polisi Ihsan, menyampaikan informasi ini secara langsung dari Yogyakarta. Pemantauan ketat dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran 2025.
Pemantauan arus mudik ini menunjukkan bahwa moda transportasi umum cukup padat tahun ini, tidak kalah dengan kendaraan pribadi. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pihak berwenang dalam mengantisipasi potensi kepadatan dan memastikan keamanan para pemudik selama perjalanan menuju kampung halaman.
Stasiun Tugu Catat Kedatangan Pemudik Terbanyak
Dari keempat titik pantauan, Stasiun Tugu Yogyakarta mencatat kedatangan pemudik terbanyak, yaitu sebanyak 54.127 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan titik lainnya. Bandara YIA berada di posisi kedua dengan jumlah pemudik yang tercatat sebanyak 35.107 orang. Sementara itu, Stasiun Lempuyangan mencatat 33.928 pemudik, dan Terminal Giwangan tercatat 5.516 pemudik.
Data ini menunjukkan distribusi pemudik yang cukup merata di beberapa moda transportasi umum. Namun, kepadatan yang signifikan di Stasiun Tugu menjadi indikator penting bagi pengelola transportasi dan pihak keamanan untuk melakukan antisipasi lebih lanjut guna mencegah potensi masalah.
Polda DIY mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi peraturan selama perjalanan mudik. Kepatuhan terhadap imbauan petugas di lapangan sangat penting untuk menghindari kerumunan dan memastikan keamanan barang bawaan.
Pemantauan CCTV dan Rekayasa Lalu Lintas
Untuk memantau pergerakan kendaraan secara menyeluruh, Polda DIY telah memasang tiga titik pemantauan CCTV untuk kendaraan yang masuk ke wilayah Yogyakarta dan satu titik untuk kendaraan yang keluar. Data dari pemantauan CCTV ini akan diintegrasikan untuk pengambilan keputusan terkait rekayasa lalu lintas, baik selama arus mudik maupun arus balik Lebaran 2025.
Kombinasi data dari berbagai sumber ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai situasi arus mudik dan balik. Informasi ini akan menjadi dasar bagi pihak berwenang untuk melakukan langkah-langkah antisipatif guna mencegah kemacetan dan memastikan kelancaran lalu lintas.
Data yang akurat dan terintegrasi sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang tepat dan efektif. Dengan demikian, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Yogyakarta dapat berjalan lancar dan aman.
Puncak Arus Mudik dan Balik
Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada tanggal 28 dan 29 Maret 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada tanggal 6 hingga 8 April 2025. Polda DIY dan instansi terkait lainnya telah mempersiapkan berbagai strategi untuk menghadapi puncak arus mudik dan balik ini, termasuk rekayasa lalu lintas dan pengamanan di berbagai titik strategis.
Antisipasi yang matang sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama periode arus mudik dan balik. Kerja sama antara berbagai pihak, termasuk masyarakat, sangat penting untuk menciptakan suasana mudik yang nyaman dan tertib.
Dengan adanya data yang akurat dan antisipasi yang matang, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Yogyakarta dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pemudik.
"Patuhi peraturan dan imbauan petugas di lapangan agar terhindar dari kerumunan, dan pastikan barang bawaan selalu dalam pengawasan," ujar Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan.