Lonjakan Pemudik di Terminal Jakarta: 17 Ribu Orang Berangkat pada H-3 Lebaran
Jumlah pemudik di empat terminal bus resmi Jakarta mencapai 17.047 orang pada H-3 Lebaran, meningkat drastis dibandingkan hari biasa, sementara penumpang yang tiba juga mengalami peningkatan signifikan.

Pada Jumat, 28 Maret 2025, atau H-3 Lebaran, tercatat lonjakan signifikan jumlah pemudik yang berangkat dari empat terminal bus resmi di Jakarta. Sebanyak 17.047 orang meninggalkan ibu kota untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. Kejadian ini berlangsung di Terminal Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, Terminal Tanjung Priok, dan Terminal Lebak Bulus. Peningkatan ini menandai peningkatan empat kali lipat dibandingkan rata-rata jumlah penumpang pada hari biasa (14-20 Februari 2025).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, membenarkan angka tersebut dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu. "Jumlah tertinggi selama mudik Lebaran 2025 tercapai kemarin atau Jumat (28/3)," ujar Syafrin. Lonjakan ini menunjukkan tingginya animo masyarakat Jakarta untuk mudik Lebaran tahun ini, meskipun pemerintah telah mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati dalam perjalanan.
Tidak hanya keberangkatan, arus kedatangan penumpang di terminal-terminal tersebut juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dishub DKI mencatat jumlah penumpang yang tiba pada Jumat, 28 Maret 2025 mencapai 4.475 orang, meningkat 12,15 persen dibandingkan hari biasa. Data ini menunjukkan adanya peningkatan mobilitas penduduk di sekitar wilayah Jakarta menjelang dan selama periode Lebaran.
Peningkatan Signifikan Arus Mudik
Peningkatan jumlah pemudik di terminal-terminal resmi Jakarta menunjukkan tren peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran. Angka 17.047 pemudik pada H-3 Lebaran merupakan angka yang cukup tinggi dan menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk pulang kampung. Hal ini juga menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menyediakan fasilitas transportasi yang memadai untuk mendukung kelancaran arus mudik.
Dishub DKI Jakarta sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk menghindari penggunaan terminal bayangan demi keamanan dan kenyamanan. Penggunaan terminal resmi yang dikelola pemerintah, seperti Terminal Kalideres, Kampung Rambutan, Tanjung Priok, dan Pulogebang, diyakini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah potensi kecelakaan dan kejahatan yang mungkin terjadi di terminal-terminal tidak resmi.
Peningkatan jumlah penumpang yang tiba juga menunjukkan adanya pergerakan masyarakat yang datang ke Jakarta, mungkin untuk berbagai keperluan, termasuk persiapan menyambut Lebaran. Data ini penting untuk dipertimbangkan dalam perencanaan transportasi dan manajemen lalu lintas di masa mendatang, khususnya selama periode-periode puncak seperti Lebaran.
Imbauan Penggunaan Terminal Resmi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dishub terus mengkampanyekan penggunaan terminal resmi untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan para pemudik. Dengan menggunakan terminal resmi, pemudik terhindar dari potensi risiko yang mungkin terjadi di terminal bayangan, seperti pungutan liar, kendaraan tidak layak jalan, dan kurangnya fasilitas pendukung.
Terminal resmi menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh pemudik, seperti ruang tunggu yang nyaman, toilet bersih, dan keamanan yang terjamin. Selain itu, terminal resmi juga biasanya dilengkapi dengan berbagai layanan pendukung lainnya, seperti tempat makan dan pertokoan. Dengan demikian, pemudik dapat merasa lebih nyaman dan aman selama menunggu keberangkatan.
Pemerintah berharap dengan terus mengimbau penggunaan terminal resmi, angka kecelakaan dan kejadian yang tidak diinginkan selama musim mudik dapat diminimalisir. Keselamatan dan kenyamanan pemudik menjadi prioritas utama pemerintah dalam memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
Data peningkatan jumlah pemudik dan penumpang yang tiba di terminal-terminal resmi Jakarta ini menjadi indikator penting untuk evaluasi dan perencanaan transportasi publik di masa mendatang. Data ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan dan memastikan bahwa sistem transportasi publik di Jakarta mampu menampung jumlah penumpang yang terus meningkat, terutama selama periode-periode puncak seperti Lebaran.
Dengan adanya peningkatan jumlah pemudik dan penumpang yang tiba di terminal resmi, diharapkan pemerintah dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas di terminal-terminal tersebut. Hal ini akan memberikan pengalaman mudik yang lebih nyaman dan aman bagi masyarakat.