Mahakam Ulu Matangkan Draf Percepatan Pembangunan Bandara Ujoh Bilang
Pemkab Mahakam Ulu mematangkan draf kerja sama dengan Pemprov Kaltim dan Kemenhub untuk percepatan pembangunan Bandara Ujoh Bilang yang ditargetkan beroperasi pada 2026.

Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, tengah gencar mempersiapkan pembangunan Bandara Ujoh Bilang. Apa yang dilakukan? Siapa yang terlibat? Di mana pembangunannya? Kapan ditargetkan beroperasi? Mengapa pembangunan ini penting? Bagaimana proses percepatannya? Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu) sedang mematangkan draf kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mempercepat pembangunan bandara tersebut. Pembangunan ini direncanakan di Ujoh Bilang, Kalimantan Timur, dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2026 atau sesudahnya. Pentingnya pembangunan ini karena Bandara Ujoh Bilang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, sehingga diharapkan dapat mendongkrak perekonomian daerah. Proses percepatan dilakukan melalui pembahasan draf nota kesepakatan bersama (MoU) antara Pemprov Kaltim dan Kemenhub.
Sekretaris Kabupaten Mahulu, Stephanus Madang, menjelaskan bahwa Kemenhub telah memberikan rekomendasi terkait tugas, pokok, fungsi, dan kewenangan masing-masing pihak dalam kerja sama ini. Rapat yang digelar membahas substansi rencana kerja sama tersebut, khususnya mempertajam pasal-pasal dalam MoU. Pembahasan ini penting untuk memastikan kelancaran pembangunan dan operasional bandara nantinya. Saat ini, pembangunan fisik terminal dan landasan pacu sepanjang 750 meter dan lebar 23 meter sedang berlangsung.
Komitmen Pemkab Mahulu sangat penting dalam percepatan pembangunan ini. Pemkab memastikan kesiapan sisi udara, fasilitas listrik, dan pembangunan terminal agar bandara dapat segera beroperasi. "Jika semua persyaratan dapat dipenuhi, bandara ini dapat mulai beroperasi pada 2026 atau setelahnya. Kami juga berharap agar dapat segera mempersiapkan kerangka regulasi dan anggaran, serta tidak ragu untuk melanjutkan implementasi pembangunan bandara," ujar Madang. Keberhasilan pembangunan ini bergantung pada kolaborasi dan komitmen semua pihak yang terlibat.
Percepatan Pembangunan Bandara Ujoh Bilang: Kerja Sama Tiga Pihak
Kerja sama antara Pemkab Mahulu, Pemprov Kaltim, dan Kemenhub menjadi kunci percepatan pembangunan Bandara Ujoh Bilang. Ketiga pihak tengah berupaya menyelaraskan visi dan misi untuk memastikan pembangunan berjalan lancar dan sesuai target. MoU yang akan ditandatangani nantinya akan menjadi landasan hukum bagi kerja sama tersebut, memberikan kepastian hukum dan mengurangi potensi hambatan di masa mendatang. Pembahasan draf MoU difokuskan pada beberapa poin penting yang perlu disepakati bersama.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah pembagian tanggung jawab dan kewenangan masing-masing pihak. Hal ini penting untuk menghindari tumpang tindih dan memastikan efisiensi dalam pelaksanaan proyek. Selain itu, pembahasan juga mencakup aspek pendanaan, jadwal pelaksanaan, dan mekanisme pengawasan proyek. Transparansi dan akuntabilitas menjadi hal krusial dalam kerja sama ini untuk memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran.
Proses pematangan draf MoU ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang mengikat secara hukum dan memberikan kepastian bagi semua pihak. Dengan adanya MoU, diharapkan semua pihak akan lebih berkomitmen untuk mendukung kelancaran pembangunan Bandara Ujoh Bilang. Hal ini akan mempercepat proses pembangunan dan mendekatkan realisasi operasional bandara yang dinantikan masyarakat Mahakam Ulu.
Terkait dengan pendanaan, anggaran pembangunan Bandara Ujoh Bilang telah dianggarkan dalam RPJMN 2025-2029. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di daerah terpencil. Dengan adanya kepastian pendanaan, diharapkan pembangunan bandara dapat berjalan dengan lancar dan tidak terhambat oleh masalah keuangan.
Bandara Ujoh Bilang: Pentingnya Masuk RPJMN
Keberhasilan Bandara Ujoh Bilang masuk dalam RPJMN merupakan langkah signifikan dalam percepatan pembangunannya. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan bandara tersebut menjadi prioritas nasional. Dengan masuknya dalam RPJMN, alokasi anggaran dari Kemenhub akan lebih terjamin dan terarah. Kunjungan tim survei dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub pada 14 November 2024 telah dilakukan untuk melakukan kajian dan memastikan kesiapan pembangunan bandara.
Masuknya Bandara Ujoh Bilang dalam RPJMN memiliki dampak yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Mahakam Ulu. Dengan adanya bandara, aksesibilitas ke daerah tersebut akan meningkat, sehingga akan memudahkan mobilitas barang dan jasa. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bandara juga akan membuka peluang investasi dan pariwisata di Mahakam Ulu.
Secara keseluruhan, pembangunan Bandara Ujoh Bilang merupakan proyek strategis yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Mahakam Ulu. Dengan adanya kerja sama yang solid antara Pemkab Mahulu, Pemprov Kaltim, dan Kemenhub, serta dukungan dari pemerintah pusat, diharapkan pembangunan bandara dapat berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keberadaan bandara ini akan menjadi penggerak utama perekonomian dan kemajuan daerah.
Adanya percepatan pembangunan bandara ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas wilayah Mahakam Ulu, sehingga akan berdampak positif pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat. Proses pematangan draf MoU menjadi langkah penting untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan proyek ini.