Menhub Pastikan Arus Mudik Lebaran 2025 di Merak Lancar, Tanpa Penumpukan Kendaraan
Menteri Perhubungan memastikan arus mudik Lebaran 2025 di Pelabuhan Merak berjalan lancar berkat strategi efektif dan kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan kelancaran arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446 H di Pelabuhan Merak, Banten, pada tahun 2025. Kunjungan langsung Menhub bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho bertujuan untuk memantau situasi dan mencegah penumpukan kendaraan serta penumpang. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pemudik selama perjalanan.
Dari hasil pemantauan, Menhub menyatakan sistem pengelolaan arus mudik berjalan efektif. Kebijakan yang diterapkan terbukti mampu mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak. "Kami datang untuk memastikan kesiapan ASDP dalam menyambut para pemudik, dan saya pastikan bahwa hingga malam ini tidak ada penumpukan di Pelabuhan Merak. Dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA), kami melihat penyebaran arus mudik lebih merata, sehingga kepadatan dapat diantisipasi dengan baik," ujar Menhub dalam keterangan resmi di Jakarta.
Hal ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi lonjakan pemudik Lebaran 2025. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan arus mudik berjalan lancar dan terkendali, sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang dan nyaman di kampung halaman. Upaya ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pemantauan Arus Mudik dan Dampak Kebijakan WFA
Survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) memperkirakan pergerakan pemudik dimulai sejak 21 Maret dan meningkat hingga H-3 Lebaran (28 Maret 2025). Namun, berkat Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga institusi terkait, pergerakan pemudik diharapkan tetap terkendali. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho menjelaskan bahwa Operasi Ketupat 2025 telah dimulai sejak 23 Maret, dengan fokus pengamanan di jalur mudik, termasuk Pelabuhan Merak.
Agus menambahkan, "Hari ini merupakan hari pertama Operasi Ketupat 2025, dan kami melihat bahwa sistem di Pelabuhan Merak berjalan dengan baik tanpa adanya antrean panjang." Kebijakan WFA dinilai memberikan dampak positif, terbukti dari tren kenaikan volume kendaraan yang lebih merata, dengan peningkatan sebesar 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data Korlantas juga menunjukkan kenaikan signifikan lalu lintas di jalan tol dan arteri, mencapai 37 persen pada H-10 dan 22 persen pada H-9.
Tren ini menunjukkan pola perjalanan pemudik yang lebih tersebar, mengurangi risiko penumpukan dan kemacetan. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyatakan bahwa pihaknya mengikuti semua kebijakan yang telah disepakati bersama. Data ASDP menunjukkan kenaikan jumlah pemudik; H-10 naik 14,7 persen dan H-9 melonjak hampir 80 persen dibandingkan tahun lalu. Heru menambahkan, "Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan WFA dan perpanjangan masa libur memiliki dampak positif dalam penyebaran arus mudik."
Peninjauan Arus Angkutan Barang di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya
Selain Pelabuhan Merak, Menhub dan Kakorlantas Polri juga meninjau arus angkutan barang di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegoro pada 24 Maret 2025. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran angkutan barang setelah pengalihan angkutan barang dari Pelabuhan Merak. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan kelancaran distribusi barang dan layanan logistik nasional.
Secara keseluruhan, upaya pemerintah dalam mengantisipasi dan mengelola arus mudik Lebaran 2025 di Pelabuhan Merak menunjukkan hasil yang positif. Kombinasi strategi yang tepat, kebijakan yang efektif, dan koordinasi antar instansi berhasil mencegah penumpukan kendaraan dan memastikan kelancaran arus mudik. Hal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik dalam perjalanan menuju kampung halaman.
Dengan adanya pemantauan intensif dan antisipasi yang matang, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman. Pemerintah terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama selama periode mudik Lebaran.