Lancar! Menteri Pastikan Tak Ada Kemacetan di Pelabuhan Merak Jelang Lebaran
Menteri Perhubungan memastikan arus mudik di Pelabuhan Merak lancar tanpa kemacetan berkat sistem manajemen dan kebijakan efektif, termasuk skema Work From Anywhere.

Jakarta, 25 Maret 2025 - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memastikan arus mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Banten, berjalan lancar tanpa penumpukan kendaraan dan penumpang. Kunjungan langsung ke lokasi dilakukan untuk memastikan kelancaran arus mudik. Sistem manajemen dan kebijakan yang diterapkan terbukti efektif meminimalisir kemacetan.
Dalam keterangannya pada Selasa, Menteri Purwagandhi menekankan bahwa sistem manajemen arus mudik di pelabuhan berfungsi efektif. Kebijakan-kebijakan yang diterapkan, termasuk skema "Work From Anywhere" (WFA), berhasil mengurangi kepadatan. Ia menyatakan, "Kami datang untuk memastikan kesiapan ASDP Indonesia Ferry dalam menyambut pemudik. Saya pastikan tidak ada kemacetan di Pelabuhan Merak. Skema Work From Anywhere (WFA) membantu mendistribusikan arus transportasi secara merata."
Hal ini diperkuat dengan data yang menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang lebih merata. Peningkatan ini mencapai 42 persen dibandingkan tahun lalu, berkat efek positif dari kebijakan WFA. Survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) memprediksi puncak arus mudik akan dimulai pada 21 Maret dan terus meningkat hingga H-3 Lebaran atau 28 Maret 2025.
Sistem Manajemen Arus Mudik yang Efektif
Kapolri melalui Kepala Korps Lalu Lintas, Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho, mengumumkan Operasi Ketupat dimulai pada 23 Maret. Operasi ini memprioritaskan keamanan di jalur mudik, termasuk di Pelabuhan Merak. Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho juga mencatat efek positif dari kebijakan WFA, terlihat dari distribusi volume kendaraan yang lebih merata. Data dari Korlantas Polri menunjukkan peningkatan lalu lintas yang signifikan di jalan tol dan arteri, yaitu 37 persen pada H-10 dan 22 persen pada H-9.
Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengamati peningkatan jumlah pemudik dibandingkan tahun sebelumnya. Data menunjukkan peningkatan pemudik sebesar 14,7 persen pada H-10 tahun ini dibandingkan tahun lalu, dan lonjakan hampir 80 persen tercatat pada H-9. Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini.
ASDP Indonesia Ferry telah mempersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan pemudik. Langkah-langkah tersebut antara lain peningkatan kapasitas armada, penambahan petugas, dan optimalisasi sistem ticketing. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan pemudik selama perjalanan.
Inspeksi Pelabuhan Bandar Bakau Jaya
Selain meninjau arus mudik di Pelabuhan Merak, Menteri Purwagandhi juga meninjau arus transportasi barang di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) di Bojonegoro pada Senin (24 Maret). Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran logistik menyusul relokasi dari Pelabuhan Merak. Relokasi ini diharapkan dapat mengurangi beban di Pelabuhan Merak dan meningkatkan efisiensi distribusi barang.
Secara keseluruhan, pemerintah telah berupaya maksimal untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2025. Berbagai kebijakan dan langkah strategis telah diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik dan memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan. Kerja sama antar instansi terkait juga menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan arus mudik yang lancar dan tertib.
Dengan adanya pengawasan dan antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah, diharapkan arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan aman. Semoga para pemudik dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat dan dapat merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta.