Mudik Lebaran 2025: 1.500 Buruh Pelabuhan Ambon Siap Bantu Penumpang
Jelang mudik Lebaran 2025, KSOP Ambon siapkan 1.500 buruh pelabuhan untuk membantu penumpang mengangkut barang dan percepat distribusi bahan pangan di Maluku.
Ambon, Maluku, 28 Maret 2024 - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon memastikan kesiapan menghadapi lonjakan penumpang mudik Lebaran 2025. Sebanyak 1.500 buruh pelabuhan telah disiapkan untuk membantu para pemudik mengangkut barang bawaan mereka dari dan ke kapal di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Para buruh ini terdaftar resmi dan siap membantu kelancaran arus mudik.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang signifikan selama periode mudik. Kepala Bidang Lalu Lintas Laut (Kabid Lala) KSOP Kelas I Ambon, Iyan Ashari, menjelaskan bahwa para buruh tersebut terdaftar di Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Peran mereka tidak hanya terbatas pada membantu penumpang, tetapi juga mencakup bongkar muat kontainer barang, guna mempercepat distribusi bahan pangan di Maluku.
Lonjakan penumpang selama periode mudik memang cukup signifikan. Data KSOP mencatat, hingga H-4 Lebaran 2025, tercatat 16.691 penumpang telah melalui Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Antisipasi ini menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang merayakan Lebaran di kampung halaman.
Kesiapan Buruh Pelabuhan dan Peningkatan Keamanan
Para buruh pelabuhan yang berjumlah 1.500 orang ini telah dilengkapi dengan tanda pengenal khusus dan seragam yang bertuliskan nomor seri di bagian punggung. Hal ini memudahkan identifikasi dan pengawasan. Selain itu, KSOP Ambon juga meningkatkan sistem keamanan di pelabuhan dengan menggunakan alat pendeteksi metal dan mesin X-Ray. Peningkatan keamanan ini bertujuan untuk memperlancar proses bongkar muat barang dan menjaga keamanan penumpang serta barang bawaan mereka.
Sistem keamanan yang lebih ketat ini juga memudahkan para buruh dalam mengidentifikasi barang yang akan diangkut. Dengan demikian, proses bongkar muat dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien, sehingga mengurangi waktu tunggu penumpang.
Iyan Ashari menambahkan bahwa peningkatan keamanan ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para penumpang selama proses perjalanan mudik Lebaran.
Pendapatan Buruh Pelabuhan Meningkat Selama Musim Mudik
Salah satu buruh pelabuhan, Alimin, mengungkapkan bahwa musim mudik Lebaran memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan. "Karena kapal sering masuk jadi penumpang banyak, apalagi ini musim mudik," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa upah yang diterima bervariasi, tergantung jumlah dan berat barang yang diangkut, mulai dari Rp30.000 hingga Rp100.000 per kali angkut.
Lebih lanjut, Alimin membandingkan pendapatannya selama musim mudik dengan hari-hari biasa. "Kalau hari biasa, bawa pulang uang paling banyak Rp150.000 satu kali kunjungan kapal, tapi karena ini musim mudik, bisa sampai Rp300.000, tergantung siapa cepat," tambahnya. Hal ini menunjukkan dampak positif dari lonjakan penumpang terhadap perekonomian para buruh pelabuhan di Ambon.
Dengan kesiapan yang matang dari KSOP Ambon, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dapat berjalan lancar dan aman. Para penumpang dapat merasa nyaman dan terbantu oleh para buruh pelabuhan yang telah disiapkan.
KSOP juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas di pelabuhan guna memberikan kenyamanan bagi para penumpang dan kelancaran distribusi barang di Maluku.