Normalisasi Saluran Irigasi Dorong Swasembada Pangan Nasional
Wakil Menteri Dalam Negeri meminta pemerintah daerah untuk menormalisasi saluran irigasi guna mendukung program swasembada pangan nasional, termasuk pemantauan dan perawatan saluran irigasi agar petani bisa panen tiga kali setahun.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, meminta pemerintah daerah untuk gencar menormalisasi saluran irigasi. Langkah ini krusial dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan nasional.
Permintaan tersebut disampaikan Wamendagri saat meninjau fasilitas irigasi di Desa Pematang Lalang, Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin lalu. Hasil peninjauan di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) setempat menunjukkan kegiatan normalisasi irigasi telah berjalan tahun ini, dengan anggaran yang telah dialokasikan.
Namun, Wamendagri menekankan pentingnya perawatan berkelanjutan. Bukan hanya normalisasi, pemeliharaan saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier juga harus dijamin agar tetap berfungsi optimal. Hal ini bertujuan untuk mendukung program panen tiga kali setahun bagi para petani.
Peran Kepala Desa dan Pemerintah Daerah
Bima Arya juga meminta para kepala desa untuk aktif mengawasi program irigasi. Mereka didorong untuk memantau dan memastikan kelancaran kegiatan irigasi. Partisipasi aktif kepala desa sangat penting untuk keberhasilan program ini.
Untuk mempercepat proses normalisasi, Wamendagri menyoroti perlunya tindakan cepat dari pemerintah daerah. Sedimentasi harus diatasi dengan alat berat yang gesit dan mampu menjangkau area yang sulit diakses. Penggunaan alat berat yang tepat sangat penting untuk efisiensi dan efektivitas pembersihan saluran.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Wamendagri juga mendesak para kepala daerah, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota, untuk memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan infrastruktur irigasi. Sinergi antar kementerian dan lembaga juga harus dijaga agar program berjalan lancar.
Lebih lanjut, Bima Arya menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh. "Di hulu, pemerintah daerah harus memantau proses produksi pangan, sementara di hilir, mereka harus memantau proses distribusi atau harga," ujarnya. Pengawasan yang terintegrasi ini akan memastikan keberhasilan program swasembada pangan.
Dengan komitmen bersama dari pemerintah pusat dan daerah, diharapkan normalisasi saluran irigasi akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan terwujudnya swasembada pangan di Indonesia.