OJK Malang Gandeng Penyuluh Agama Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah
OJK Malang berkolaborasi dengan TPAKD Kota Pasuruan dalam program GERAK Syariah 2025, melatih penyuluh agama sebagai agen literasi keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Jawa Timur, dalam upayanya meningkatkan literasi keuangan syariah, telah melaksanakan Training of Trainers (TOT) bagi para penyuluh agama dan takmir masjid di Kota Pasuruan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) OJK Malang 2025, yang diluncurkan Selasa, 25 Maret 2025. Program ini bertujuan untuk memberdayakan tokoh agama sebagai agen perubahan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan yang baik, khususnya dalam konteks syariah.
Plt Kepala OJK Malang, Firdaus Aditya Rizqi, menjelaskan bahwa penyuluh agama dan takmir masjid dipilih karena perannya sebagai key opinion leaders di masyarakat. Mereka memiliki akses dan kepercayaan yang tinggi di kalangan jamaah, sehingga sangat efektif dalam mensosialisasikan edukasi keuangan. "Kami mendorong penyuluh agama dan takmir masjid untuk secara aktif mensyiarkan pemahaman mengenai keuangan syariah yang diperoleh dari kegiatan ini melalui ceramah, kajian, sesi bimbingan, konsultasi, serta majelis rutin lainnya," ungkap Firdaus.
Lebih dari 150 penyuluh agama dan takmir masjid mengikuti TOT ini. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, Ketua DPRD Kota Pasuruan, Muhammad Toyyib, dan Kepala Dinas Organisasi Perangkat Daerah Kota Pasuruan. Kerja sama antara OJK Malang dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Pasuruan menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan TOT ini.
Peningkatan Literasi Keuangan Syariah melalui GERAK Syariah
GERAK Syariah merupakan program kampanye nasional yang diinisiasi oleh OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah selama bulan Ramadhan. Program ini tidak hanya sekedar memberikan edukasi, tetapi juga berupaya untuk menjangkau masyarakat secara luas dan efektif. Dalam TOT ini, para peserta mendapatkan edukasi keuangan syariah dan pasar modal dari OJK, edukasi QRIS dan perlindungan konsumen dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, serta materi keuangan syariah dari Bank Syariah Indonesia dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Selain sharing session, kegiatan ini juga menandai peresmian digitalisasi transaksi masjid melalui peluncuran QRIS di Masjid Al-Ghufron, Kota Pasuruan. Penerapan QRIS diharapkan dapat mempermudah transaksi dan sekaligus meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan masyarakat. Inovasi ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong inklusi keuangan digital di Indonesia.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif OJK Malang. "Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi kita untuk membekali diri dengan edukasi keuangan, karena dinamika perkembangan sektor jasa keuangan dewasa ini semakin kompleks. Saya berharap literasi keuangan syariah di Kota Pasuruan ke depannya dapat terus meningkat agar dapat mengejawantahkan citra Kota Pasuruan sebagai Kota Santri," ujar Adi.
Harapan dan Dampak Positif
Dengan adanya TOT ini, diharapkan para penyuluh agama dan takmir masjid dapat menjadi agen literasi keuangan yang efektif di Kota Pasuruan. Mereka akan berperan sebagai jembatan dalam menyampaikan edukasi keuangan kepada masyarakat, sehingga literasi keuangan umat semakin meningkat. Peningkatan literasi keuangan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan umat secara keseluruhan.
Program ini merupakan contoh nyata sinergi antara lembaga pemerintah, perbankan, dan tokoh agama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Dengan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pengelolaan keuangan, diharapkan masyarakat dapat membuat keputusan keuangan yang lebih bijak dan terhindar dari praktik keuangan yang merugikan.
Ke depannya, diharapkan program serupa dapat diimplementasikan di berbagai daerah di Indonesia untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan meningkatkan literasi keuangan syariah secara nasional. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi negara yang maju dan sejahtera, di mana setiap warganya memiliki akses dan pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan.